BYD Optimistis Capai Target TKDN Mobil Listrik 60 Persen pada 2027

Senin, 19 Oktober 2026 | 16:05 WIB
Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • PT BYD Motor Indonesia berkomitmen memenuhi ketentuan TKDN kendaraan listrik minimal 60 persen pada tahun 2027.
  • Perusahaan mengandalkan pabrik berfasilitas lengkap di Subang untuk memproduksi tiga model kendaraan secara lokal.
  • Pabrik mandiri tersebut kini telah berhasil melampaui tingkat kandungan komponen lokal sebesar 40 persen.

Suara.com - PT BYD Motor Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN minimal 60 persen pada kendaraan listrik di tahun 2027. Optimisme ini didukung oleh pengoperasian fasilitas produksi milik perusahaan yang berlokasi di Indonesia.

Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyampaikan bahwa pabrik BYD di Subang telah memiliki fasilitas lengkap meliputi proses stamping, welding, painting, hingga assembly. Kelengkapan ini memberikan ruang bagi perusahaan dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal.

“Keunggulan memiliki fasilitas produksi sendiri adalah adanya fleksibilitas dan kemampuan untuk mencapai tingkat TKDN,” katanya di Jakarta Selatan, Senin (19 Oktober 2026).

Luther menambahkan, tingkat kandungan lokal kendaraan yang diproduksi di pabrik BYD Indonesia saat ini telah melampaui angka 40 persen.

Saat ini terdapat tiga model yang masuk dalam lini produksi lokal BYD yaitu BYD Atto 1, BYD M6 EV, dan BYD M6 DM. Langkah ini diambil berdasarkan permintaan pasar serta upaya percepatan distribusi pasokan unit menuju diler.

Perakitan ketiga model tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk memaksimalkan manufaktur dalam negeri. Pemerintah sendiri menetapkan batas TKDN kendaraan listrik minimal 60 persen untuk periode 2027 hingga 2028, naik dari syarat minimal 40 persen pada 2026, sebelum ditargetkan mencapai 80 persen pada 2030.

Luther menilai penguasaan fasilitas manufaktur mandiri merupakan langkah strategis paling realistis bagi perusahaan otomotif untuk mengejar ambisi tersebut.

“Dalam perhitungan TKDN, salah satu cara yang paling memungkinkan saat ini untuk mencapai 60 persen adalah dengan memiliki fasilitas produksi sendiri,” katanya.

Ia menegaskan komitmen penuh BYD dalam mendukung regulasi industri kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“Kami sangat percaya diri dan akan sesegera mungkin memenuhi permintaan pemerintah untuk mencapai target tersebut,” pungkas Luther.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com