- PT BYD Motor Indonesia menyatakan fasilitas Flash Charging berpeluang digunakan oleh mobil listrik dari merek lain.
- Besaran daya pengisian yang diterima kendaraan lain akan menyesuaikan dengan batas kemampuan sistem baterainya masing-masing.
- Saat ini, model New Danza D9 dan Danza Z9 GT sudah memanfaatkan teknologi tersebut menggunakan Blade Battery 2.0.
Suara.com - Fasilitas pengisian daya cepat atau Flash Charging milik BYD berpeluang digunakan oleh mobil listrik dari merek lain. Namun, besaran daya yang diterima kendaraan akan menyesuaikan kemampuan sistem baterai dari masing-masing mobil.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menjelaskan bahwa teknologi Flash Charging dan baterai kendaraan merupakan dua komponen yang saling berkaitan. Karena itu, mobil listrik yang memanfaatkan fasilitas ini tidak otomatis menerima daya sebesar kemampuan maksimal perangkat pengisi daya.
“Kalau nanti yang nge-charge di Flash Charger itu bukan teknologi baterainya BYD, khususnya blade battery generasi 2, dia hanya akan menerima sebesar maksimum yang diperbolehkan dari sistem itu, sistem baterainya,” kata Luther di Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Sebagai gambaran, jika sistem kendaraan hanya mengizinkan pengisian daya maksimal 100 kW, daya yang masuk akan dibatasi sesuai kemampuan tersebut. Sistem kendaraan juga bakal terus memperhitungkan kondisi baterai selama proses pengisian berlangsung.
“Kalau hanya memperbolehkan 100 atau 120 kW, ya otomatis yang boleh lewat itu hanya sebesar yang diperbolehkan di kendaraan tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, aspek kompatibilitas kendaraan dengan perangkat Flash Charging tetap perlu diperhatikan secara cermat. Penjelasan mengenai pembatasan daya tersebut tidak serta-merta menandakan seluruh mobil listrik dari merek lain dapat langsung menggunakannya.
Saat ini, dua model yang sudah bisa memanfaatkan teknologi BYD Flash Charging di Indonesia adalah New Danza D9 dan Danza Z9 GT. Kedua produk tersebut telah dibekali Blade Battery 2.0 atau baterai generasi kedua BYD yang memang dirancang khusus untuk mendukung arus pengisian daya ultra-cepat tersebut.