- Konsumen bernama heryanfygunawan membeli mobil listrik Geely EX2 varian tertinggi seharga Rp128 juta uang muka pada Oktober 2026.
- Mobil mengalami kegagalan pengisian daya total pada hari keenam dan hasil diagnosa menunjukkan kerusakan pada komponen baterai.
- Konsumen melayangkan somasi pada 19 Oktober 2026 dengan menuntut penggantian unit baru atau pengembalian dana melalui BPSK.
Suara.com - Pengalaman pahit dialami oleh konsumen kendaraan listrik Geely EX2 pemilik akun media sosial thread, heryanfyguna***.
Setelah menjual mobil lamanya demi membayar uang muka sekitar Rp128 juta untuk memboyong varian tertinggi, mobil yang baru digunakan selama enam hari tersebut justru mengalami kegagalan pengisian daya baterai.
Meski sudah ditangani bengkel resmi, unit belum juga pulih sehingga konsumen melayangkan somasi dan menuntut penggantian unit baru atau pengembalian dana.
Begini keluhan pelanggan mobil yang kena apes tersebut.
Kronologi dan Curhatan Konsumen usai Boyong Geely EX2
Kisah ini bermula ketika heryanfyguna*** membeli Geely EX2 varian tertinggi sebagai mobil keluarga untuk penggunaan jangka panjang. Ia rela menjual mobil lamanya untuk memenuhi kebutuhan Total Down Payment (TDP).
Setelah melakukan SPK pada 5 September 2026 dan menyetorkan TDP sekitar Rp128 juta, ia sempat harus mengubah pilihan warna interior dari grey-on-white menjadi grey-on-grey karena unit pesanan awal telah diambil konsumen lain akibat sistem yang belum diperbarui.
Unit diserahkan kepada konsumen pada Senin sore, 5 Oktober 2026. Kebahagiaan itu mulai terusik saat pengisian daya pertama di SPKLU pada Kamis, 8 Oktober 2026, yang memakan waktu lebih dari satu jam untuk mengisi baterai dari 30 persen ke 85 persen.
Puncak masalah terjadi pada pengisian kedua pada Minggu, 11 Oktober 2026, atau hari keenam penggunaan.
Saat itu baterai yang tersisa 30 persen sama sekali tidak dapat diisi, baik melalui beberapa SPKLU maupun menggunakan pengisi daya portabel.
Mobil kemudian diderek ke bengkel resmi pada Senin, 12 Oktober 2026. Upaya penggantian port charger pada 14 Oktober 2026 tidak berhasil memulihkan fungsi pengisian daya.
Kalibrasi ulang, pembaruan perangkat lunak, serta coding oleh teknisi pusat pada 16 Oktober 2026 juga tidak membuahkan hasil.
Hasil diagnosa akhir menyebutkan adanya kendala pada komponen baterai yang mengharuskan dilakukan penggantian total.
Merasa kecewa karena mobil baru mengalami masalah pada komponen vital, konsumen meminta solusi yang lebih tegas.
Dalam unggahan yang dibagikannya, ia menyampaikan:
"Sebenarnya dari awal saya sudah meminta untuk solusi penggantian unit baru yang berkualitas baik dan semestinya, sesuai dengan apa yang saya bayarkan. Karena mobil itu saya pakai baru 6 hari dan baru ketahuan ada masalah ketika charging. Elemen terpenting sebuah mobil listrik adalah komponen baterainya. Kalau sudah ketahuan masalahnya di situ, bukankah jadi terkesan mobil ini cacat bawaan produksi namun terjual ke konsumen?"
Pihak dealer disebut meminta konsumen mengikuti prosedur perbaikan terlebih dahulu. Situasi ini dinilai semakin memberatkan karena mobil lama telah dijual, kendaraan pengganti belum tersedia, sementara cicilan bank tetap berjalan.
Konsumen kemudian melayangkan surat somasi pertama pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan tuntutan penggantian unit baru atau refund, serta menyatakan kesiapan membawa perkara tersebut ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).
Reaksi Publik terhadap Curhatan Pembeli Geely EX2
Unggahan heryanfygunawan mendadak viral dan memicu beragam respons warganet di media sosial. Banyak yang menilai kerusakan baterai pada mobil yang baru berusia enam hari merupakan indikasi masalah serius yang sangat merugikan konsumen.
Sejumlah warganet juga menyatakan dukungannya terhadap tuntutan penggantian unit baru. Salah satu komentar dari pembeli mobil listrik tersebut ramai diperbincangkan.
"Apabila masih belum ada kejelasan, kami akan meneruskan laporan ini kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Kami berharap pihak Geely Indonesia dapat menjaga reputasinya dengan baik dengan melindungi hak kami sebagai konsumen."
Publik juga menyoroti belum tersedianya fasilitas mobil pengganti (loaner car) di tengah kewajiban pembayaran cicilan yang tetap berjalan.
Picu Kontroversi, Begini Spesifikasi dan Harga di Atas Kertas
Berdasarkan data resmi PT Geely Auto Indonesia, Geely EX2 hadir dalam dua varian utama:
- Geely EX2 Pro: Rp239.900.000 OTR Jakarta.
- Geely EX2 Max: Rp269.900.000 OTR Jakarta.
Pada kasus ini, konsumen diketahui membeli varian tertinggi melalui skema Total Down Payment (TDP) sekitar Rp128 juta.
Dari sisi performa, Geely EX2 menawarkan jarak tempuh hingga 395 km berdasarkan standar pengujian NEDC. Mobil listrik ini mendukung pengisian cepat (fast charging) yang mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit.
Pengendaliannya didukung sistem penggerak roda belakang (smart rear drive system) dengan radius putar 4,95 meter dan jarak pengereman dari 100 km/jam ke 0 km/jam sejauh 36,9 meter.
Dari sisi kepraktisan, Geely EX2 memiliki bagasi depan (front trunk) berkapasitas 70 liter, bagasi belakang hingga 1.320 liter, serta kompartemen penyimpanan Bridge Style Storage di area kabin.
Eksteriornya mengusung bahasa desain Smiling Front Grille, Feather-Flow LED Headlights, serta pelek 16-inch Four-Leaf Clover Alloy Wheels.
Masuk ke kabin, tersedia layar sentuh HD 14,6 inci, panel instrumen digital LCD 8,8 inci, serta ambient lighting 256 warna.
Kenyamanan berkendara didukung kemudi Microfiber Leather Multifunction, jok Perforated Leatherette, posisi duduk pengemudi 45 derajat, serta ruang kaki belakang yang lapang.
Untuk keselamatan, Geely EX2 dibekali fitur Blind Spot Detection (BSD), Lane Change Assist (LCA), Doors Open Warning (DOW), Rear Collision Warning (RCW), dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA).