Penjualan BYD M6 Belum Mampu Mengusik Takhta Toyota Avanza Veloz di Pasar MPV

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:45 WIB
Toyota Avanza 2026 (Gemini AI)
BACA 10 DETIK
  • Penjualan BYD M6 Belum Mampu Goyangkan Posisi Avanza dan Veloz
  • Posisi Avanza sebagai mobil keluarga belum tergoyahkan oleh BYD M6
  • Avanza dan Veloz Masih Jadi Rapa MPV di Tengah Kehadiran BYD M6 PHEV

Suara.com - Gempuran BYD M6 di segmen MPV nasional belum cukup ampuh meruntuhkan takhta duo kembar Toyota Avanza dan Veloz. Kendati hadir membawa opsi mesin listrik murni (BEV) hingga teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) berharga murah, angka penjualan mobil pabrikan Tiongkok ini masih terpaut jauh dari penguasa pasar.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo periode Januari hingga September 2026, gabungan distribusi Avanza dan Veloz menembus 48.506 unit. Toyota Avanza kokoh di posisi puncak dengan 30.337 unit, disusul Veloz sebesar 18.169 unit.

BYD M6 memang berhasil merangsek ke peringkat ketiga dengan mengumpulkan 12.194 unit serta menggeser posisi Mitsubishi Xpander. Namun, torehan tersebut merupakan gabungan dari seluruh varian EV dan PHEV yang dipasarkan.

Sejak menghadirkan teknologi Super Hybrid DM-i pada 30 Juni 2026 untuk mengikis isu range anxiety, varian BYD M6 DM-i tercatat terdistribusi sebanyak 5.121 unit. Model ini dipasarkan mulai Rp298 jutaan guna menantang langsung Veloz 1.5 V Hybrid yang dibanderol Rp303 juta.

Harga BYD M6 DM untuk pasar Indonesia mulai Rp298 juta on the road Jakarta. [Dok BYD Motor Indonesia]

Peta persaingan harga kian berimpit di segmen atas. Varian tertinggi Veloz Hybrid TSS Modellista di kisaran Rp385–389 juta berhadapan langsung dengan BYD M6 EV Standard seharga Rp379 juta maupun BYD M6 DM-i tipe atas di rentang Rp360–390 juta.

Perang harga dan pilihan teknologi ini membuktikan bahwa strategi harga murah kendaraan listrik BYD belum sepenuhnya mampu menggeser preferensi konsumen Indonesia terhadap kepraktisan dan nama besar Toyota.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com