SuaraPekanbaru.id - Masyarakat Kota Pekanbaru tak perlu cemas dengan soal ketersediaan pangan, khususnya pada Bulan Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah.
Pasalnya, untuk penyediaan pasokan pangan, menjelang Bulan Ramadan ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar.
Kerja sama dengan Pemkab Tanah Datar itu secara resmi ditandatangani Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, Ir. Hj. El Syabrina MP dalam pertemuan Government to Government yang dilaksanakan beberapa hari lalu di Tanah Datar.
.Jadi, ketersediaan pangan selama bagi masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya selama Bulan Ramadan dan Idulfitri, relatif aman.
Bukan hanya aman, pangan yang disediakan Pemko Pekanbaru juga lebih murah. Pasalnya, pengadaan pangan di Kota Pekanbaru dilandasi semangat Gerakan Pangan Murah (GPM).
GPM adalah salah satu upaya Pemko Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk mencegah lonjakan inflasi yang disebabkan kenaikan harga pangan berupa beras, cabai dan bawang.
Syabrina, melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Disketapang Kota Pekanbaru, Dinal Husna, SH, M. Si, mengatakan, penandatanganan kerja sama ini dilakukan dalam rangka fasilitasi dan distribusi pangan strategis, terutama cabai, bawang dan beras.
''Sebelumnya kan kita sudah melakukan perjanjian business to business dengan petani dan pelaku usaha pertanian di Kabupaten Tanah Datar dan sejauh ini kerja sama tersebut masih terus berjalan,'' ujar Dinal yang ikut mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj El Syabrina, juga Kepala Bidang Ketersedian dan Kerawanan Pangan Ismail, S. Pi, ke Tanah Datar.
Katanya, kerjasama secara bisnis sudah digelar dalam penyediaan cabai, bawang, dan beras.
Baca Juga: Final All England 2023: Fajar/Rian Mau Hajar Ahsan/Hendra
"Penandatanganan kerja sama ini, ada beberapa target poin yang ingin didapatkan oleh Pemko Pekanbaru, yakni di antaranya kepastian untuk ketersediaan stok dan jumlah pangan dan sayuran yang tersedia di Tanah Datar lewat data yang dikeluarkan langsung oleh pemerintah daerah setempat," tuturnya.
Selain itu, Pemkab Tanah Datar akan memberikan jalan kepada Pemko Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk akses kepada tenaga PPL yang ada di lapangan.
Tujuan yang ingin dicapai dalam hal ini, katanya, data ketersediaan itu benar-benar akan sesuai dengan riil di lapangan, karena PPL lah yang mengetahui detail tentang persediaan, komoditas yang ada di lapangan.
Penandatanganan kerja sama ini juga dilakukan karena, sejauh ini, dari kerja sama bisnis dengan petani dan pelaku usaha, hasil yang didapatkan sangat bagus.
Bukan hanya kualitas produk pangannya yang bagus, namun juga harganya masih berbanding lurus untuk bisa dipasarkan di Kota Pekanbaru.
''Karena itulah, ketika pelaksanaan GPM, kita masih bisa menjual dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga yang ada di pasar-pasar di Pekanbaru,'' ujarnya.
Dengan begitu, katanya, praktik spekulasi harga yang bisa memicu terjadinya inflasi, khususnya pada momen-momen seperti Bulan Ramadhan maupun Idulfitri, dapat dicegah. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup