SUARA PEKANBARU - Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. Tidak menghalangi Panji Gumilang menyindir Mahfud MD.
Diketahui, sejumlah saksi dijadwalkan Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan untuk didatangkan untuk dimintai keterangan.
Dikutip dari PMJ News pada Jumat (21/7/2023), jadwal mendatangkan sejumlah saksi dari Al Zaytun akan dilakukan minggu depan.
"Minggu depan kita akan undang beberapa saksi dari Yayasan Al Zaytun," kata Whisnu Hermawan.
Pasalnya, nama Panji Gumilang terseret dugaan melakukan TPPU PG di Al Zaytun. Namun, Whisnu belum memastikan siapa saja saksi yang akan didatangkan oleh pihaknya.
"Sudah dilakukan koordinasi dan diskusi yang mendalam dengan para ahli TPPU dan ahli pidana terkait dugaan TPPU (Panji Gumilang)," ujar Whisnu.
Walaupun diduga kena TPPU, Panji Gumilang ternyata masih tampil santai dan terus menyinggung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
Hal tersebut dilakukan Panji Gumilang saat mengisi ceramah sholat Jumat, di Masjid Rahmatan Lil'alamin, Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jumat (21/7/2023).
Bahwasannya Mahfud MD disenggol karena sudah membocorkan jumlah harta kekayaan dan rekening yang dimilikinya untuk dijadikan konsumsi publik.
Baca Juga: Agenda Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia Senior dan U-23, Padat Merayap di Sisa Tahun Ini
"Ada sebuah lembaga negara yang mengaku kementerian mengumumkan dan pengumumannya itu justifikasi menjadi konsumsi publik," ujar Panji Gumilang.
Keheranan Panji Gumilang muncul sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), lembaga pemerintahan tidak bisa menjaga data rahasia warganya sendiri.
Terutama pada sejumlah 256 rekening pribadinya dan harta berjumlah triliun rupiah dengan gampangnya dibocorkan Mahfud MD.
"Seluruh yang kita simpan di bank, itu diumumkan bahwa rekeningnya sekian banyak, khususnya lagi rekeningnya Panji Gumilang diumumkan lagi ada 15 triliun. Ini sesuatu yang sulit dimengerti," tandas Panji Gumilang.
Akibat dari kebocoran data kartu rekening dan total kekayaannya, Panji Gumilang pun tidak percaya lagi terhadap bank di Indonesia.(*)
Berita Terkait
-
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang: Bank Sudah Tidak Bisa Merahasiakan Kekayaan Nasabahnya
-
Curiga Panji Gumilang Punya Bekingan di Luar Negeri, MUI: Terutama Negara-negara Pendukung Israel dan Yahudi!
-
Panji Gumilang Singgung Mahfud MD saat Ceramah Sholat Jumat di Al Zaytun: Jangan Percaya kepada Bank!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
DPM Salurkan Bantuan Tas Sekolah bagi 132 Siswa Berprestasi
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita
-
Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026
-
Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes Saat Latihan Dasar Militer, Pemerintah: Program Tetap Lanjut