SUARA PEKANBARU - Program Beasiswa Chevening merupakan inisiatif dari pemerintah Inggris yang memberikan kesempatan berharga kepada generasi muda dari seluruh dunia untuk mengejar studi tingkat lanjut di Inggris.
Program beasiswa ini terbuka untuk individu yang menunjukkan prestasi akademik yang luar biasa dan memiliki keinginan kuat untuk mengejar gelar S2.
Beasiswa ini memungkinkan penerima untuk mengikuti program studi selama satu tahun di universitas Inggris mana pun, dengan kebebasan memilih jurusan sesuai minat dan tujuan mereka.
Hingga saat ini, lebih dari 50 ribu individu dari berbagai latar belakang dan negara telah menjadi penerima manfaat dari Program Beasiswa Chevening ini.
Salah satu aspek menarik dari program ini adalah tidak ada batasan usia bagi para pelamar.
Artinya, tidak peduli apakah seseorang berusia 40 atau 50 tahun, mereka tetap memiliki kesempatan untuk mengejar gelar S2 dengan dukungan dari beasiswa ini.
Bahkan mereka yang telah memperoleh gelar Master sebelumnya masih dapat mengajukan permohonan untuk meraih gelar Master kedua, dengan syarat mereka dapat menjelaskan secara meyakinkan mengapa program beasiswa ini sangat penting bagi pencapaian rencana karir mereka dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi negara asal mereka.
Persyaratan:
1. Warganegara yang memenuhi syarat Chevening (salah satunya Indonesia)
Baca Juga: Ikut Beaiswa Perintis 2024, Ini Dokumen Pendukung yang Harus Kamu Siapkan
2. Bersedia kembali ke negara asal minimum dua tahun setelah beasiswa berakhir
3. Memiliki gelar sarjana yang memungkinkan masuk ke program pascasarjana di universitas Inggris dengan predikat upper second class 2:1 honours (setara IPK 3.33 – 3.67)
4. Memiliki pengalaman kerja sekurangnya dua tahun (setara dengan 2.800 jam)
5. Mendaftar kuliah di tiga jurusan berbeda di universitas Inggris dan menerima unconditional offer dari salah satu pilihan (jurusan) tersebut paling lambat 11 Juli 2024
* Pelamar tidak memenuhi syarat jika sebelumnya sudah studi di Inggris yang dibiayai oleh Pemerintah Inggris.
Dokumen aplikasi:
Berita Terkait
-
Ikut Beaiswa Perintis 2024, Ini Dokumen Pendukung yang Harus Kamu Siapkan
-
5 Jurusan Paling Menantang dengan Masa Depan Cemerlang, Cek Cara Daftar Beasiswa Chevening di Inggris 2024, Banyak Digandrungi Orang Indonesia
-
5 Jenis Beasiswa Dilihat dari Sumber Pembiayaan
-
Benefit dan Cara Daftar Beasiswa Perintis 2024, Biaya Hidup Selama 4 Tahun Ditanggung
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan