/
Sabtu, 11 Maret 2023 | 17:15 WIB
Presiden Tinjau Panen raya di Ngawi ((ponorogo.suara.com/dedi.s))

ponorogo.suara.com – Presiden Joko Widodo didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono Meninjau Panan raya di Ngawi, Jawa Timur. Sabtu (11/3/2023) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan agar harga gabah segera ditentukan untuk menjaga agar tidak jatuh pada momentum panen raya yang sedang berlangsung di berbagai wilayah.

"Tapi yang paling penting, memang harga gabah harus segera ditentukan, jangan sampai harganya jatuh karena ini panen raya di mana-mana," katanya.

Dalam kunjungan ke berbagai wilayah untuk meninjau panen raya, Presiden melihat adanya perbedaan produktivitas padi yang dihasilkan oleh petani. dari setiap hektar sawah, gabah yang dihasilkan berbeda-beda di setiap daerah.

"Saya melihat memang ada perbedaan, terutama di produktivitas per hektare, Tutur Presiden Joko Widodo

"Ada yang 8 ton per hektare, yang kemarin di sana 5,5-6 ton per hektare," tambahnya.

Jokowi mengatakan, tingkat kesuburan tiap daerah berbeda dan manajemen yang berbeda akan baik untuk petani. Lebih lanjut.

Presiden menambahkan bahwa saat ini, suplai pupuk secara Nasional masih kurang dan oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh petani di tanah air untuk langsung mengolah tanah lagi setelah panen.

"Saya mengajak kepada seluruh petani di tanah air, karena ini airnya masih ada, masih ada hujan, setelah panen jangan diberi jeda, langsung diolah lagi, tanam lagi, karena airnya masih ada," tegasnya.

Baca Juga: Gagal Awasi Industri Farmasi, Pemerintah Disebut Lakukan Pelanggaran HAM di Kasus Gagal Ginjal Akut

Load More