SUARA PONOROGO - Angka kecelakaan di perlintasan Kereta Api hingga bulan September 2023 menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi.
Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), telah tercatat 45 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dan jalur KA.
Data ini mencerminkan rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan kereta api.
Supriyanto, Manager Humas Daop 7 Madiun, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perilaku masyarakat yang masih belum mematuhi rambu-rambu lalu lintas, yang pada akhirnya dapat mengancam keselamatan mereka sendiri dan orang lain.
"Kami selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada," jelasnya.
Lebih lanjut, KAI mengungkapkan bahwa hingga awal September 2023, terdapat 21 korban meninggal dunia, 5 korban luka berat, dan 4 korban luka ringan akibat kecelakaan di perlintasan sebidang dan jalur KA.
Terdapat 11 kecelakaan di perlintasan yang tidak dijaga, 19 kecelakaan di perlintasan yang sudah dijaga, dan 15 kejadian terjadi di jalur KA itu sendiri.
Supriyanto menegaskan bahwa untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan Kereta Api, pihaknya terus menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan.
Aksi sosialisasi ini melibatkan tidak hanya masyarakat pecinta KA tetapi juga mahasiswa dari Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun.
Baca Juga: Nikita Mirzani Bongkar Perilaku Buruk Lolly, hingga Soal Celana Dalam...
"Sosialisasi ini bertujuan mencegah kecelakaan di perlintasan KAI," tambahnya.
PT KAI juga mengingatkan bahwa sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, pemakai jalan wajib memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api saat berada di perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.
Dengan langkah-langkah ini, PT KAI berharap dapat mengurangi tingkat kecelakaan di perlintasan Kereta Api dan meningkatkan kesadaran keselamatan di antara masyarakat.
Keselamatan harus menjadi prioritas bersama dalam perlintasan KA untuk menghindari tragedi yang tidak diinginkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan