Poptren.suara.com – Fitur Bahasa Indonesia sekarang sudah tersedia di Applikasi Zoom Video Communication yang terdapat di Zoom Meeting dan Zoom Webinar.
Bahasa yang sudah tersedia di applikasi tersebut sudah mencapai 14 bahasa.
Head of APAC for Zoom, Ricky Kapur menyatakan, peluncuran ini memperkuat komitmen perusahaan untuk meningkatkan kemudahan akses platform, dengan mengurangi kendala bahasa dan menyempurnakan proses kolaborasi bagi pengguna.
"Melalui peluncuran ini, kami sangat senang dapat memberikan pengalaman berkolaborasi dan komunikasi yang inklusif bagi para pengguna di Indonesia, sebagai pasar pertumbuhan strategis bagi Zoom,” kata Ricky dalam keterangannya, Selasa (2/8/2022).
Tidak sedikit pengguna di Indonesia yang mengandalkan Zoom Meeting dan Zoom Webinar untuk memudahkan para pengguna dalam bekerja, belajar, dan terhubung tanpa hambatan, apa pun bahasa yang digunakan atau di mana pun mereka berada
Ricky menambahkan, Bahasa Indonesia yang tersedia dalam Zoom Meeting dan Zoom Webinar melengkapi penyempurnaan pada platform Zoom sebelumnya, seperti Zoom Whiteboard, Zoom Apps, dan kemampuan untuk menampilkan penerjemah secara live.
"Di Zoom, kami berupaya untuk membangun platform komunikasi yang intuitif dan komprehensif untuk memberdayakan angkatan kerja yang hybrid dan mengutamakan pelanggan, serta membantu perusahaan-perusahaan dalam meraih kesuksesan bisnis," lanjut dia.
Zoom berharap dapat menciptakan peluang bagi pengguna lokal lewat peningkatan aksesibilitas dan ketersediaan platform.
Sehingga dapat mendukung literasi digital, pengembangan pendidikan, dan upaya reskilling di Indonesia.
Baca Juga: Rekomendasi Drama Thailand Berjudul Boy For Rent
“Menambahkan Bahasa Indonesia untuk Zoom Meeting dan Zoom Webinar sejalan dengan fokus Zoom dalam menyempurnakan pengalaman belajar dan membuat platform ini menjadi lebih dekat dan mudah diakses oleh semua orang,” jelas Ricky.
Sumber : suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan