Poptren.suara.com - Semenjak penggunaan ganja dilegalkan di Thailand ada beragam makanan dan minuman pakai ganja. Yang terbaru bubble tea yang mengandung daun ganja.
Thailand menjadi salah satu negara pertama di Asia yang melegalkan penggunaan ganja. Kebijakan ini diikuti dengan langkah Kementerian Pertanian Thailand yang membagikan ganja secara gratis. Di sana muncul pop-up bar hingga ragam menu minuman dan makanan restoran dan kafe yang menggunakan ganja. Semuanya dipromosikan untuk menarik minat pengunjung.
Dilansir dari Detik Food, Jumat, 5 Agustus 2022, salah satunya di Provinsi Chonburi, Thailand. Ada gerai minuman bubble tea kekinian bernama Dek-Cha, yang diminati banyak orang karena mengeluarkan varian menu terbaru. Bubble tea yang mengandung daun ganja.
"Kami meihatnya sebagai pilihan tambahan untuk menu minuman kita, karena ini sedang ngetren. Ganja sendiri punya manfaat kesehatannya jika digunakan dalam takaran yang direkomendasikan. Karena kandungan ganja di minuman ini sangat amat rendah," jelas Nitisit Wongsasiriwatthana, selaku pemilik gerai minuman Dek-Cha.
Lebih lanjut Nitsit menjelaskan ketika ganja digunakan dengan benar, ini bisa membantu meningkatkan kesehatan. Karena itu dibuat minuman untuk pelanggan yang peduli pada kesehatan mereka.
Seperti diketahui Thailand melegalkan ganja pada tanggal 9 Juni lalu. Namun dengan peraturan penggunaan yang sangat ketat, yaitu setiap makanan dan minuman yang mengandung ganja, tak boleh lebih mengandung lebih dari dari 0.2% tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa pada ganja yang membuat orang menjadi mabuk atau teler.
Legalisasi ganja ini sudah menimbulkan dampak yang baik di industri makanan dan minuman yang menggunakan ganja, produk kesehatan dan sebagainya. Menurut Champ, selaku salah satu konsumen di Dek-Cha, rasa bubble tea ganja ini mirip dengan minuman teh pada umumnya.
"Menurut saya, rasanya mirip seperti minuman teh pada umumnya. Berbeda memang dengan rasa teh China, tapi aroma dan rasanya itu lebih mirip teh herbal," ungkap Champ.
Selain bubble tea, ada juga kue pandan yang dibuat menggunakan campuran ganja kering yang cukup populer di Thailand. Banyak orang yang mengklaim bahwa makanan dan minuman mengandung ganja ini, membuat mereka lebih relaks dan tidur mereka menjadi lebih nyenyak.
Baca Juga: Segarnya Cannabis Bubble Tea dan Nikmatnya Nasi Ayam Ganja
Sebelumnya pemerintah Thailand sudah mengeluarkan peraturan penggunaan ganja legal ke publik. Salah satu isi peraturan tersebut menjelaskan bahwa setiap pelaku usaha makanan, operator makanan termasuk supermarket, restoran, tempat makan, dan sebagainya wajib mencantumkan keterangan ini.
"Harus jelas tertera makanan yang mengandung ganja di label kemasan.Wajib mencantumkan nama makanan yang mengandung ganja, wajib mencantumkan berapa banyak daun ganja yang digunakan dalam satu porsi makanan tersebut," bunyi peraturan tersebut.
Sumber : Tantrum.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Cara Cek NISN Online untuk SPMB 2026, Awas Jangan Sampai Salah
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
Statistik Kevin Diks saat Jadi Kapten dan Bantu Monchengladbach Hajar St. Pauli
-
Eks Asisten Shin Tae-yong Bongkar Alasan Elkan Baggott Sempat Hilang dari Timnas Indonesia
-
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Tidak Makan Mie Instan
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri
-
Panduan Jika Tertinggal Salat Idulfitri, Ketahui agar Tidak Panik saat Terlambat Datang
-
Spirit Inklusivitas Ramadan, Khofifah Gelar Khotmil Qur'an Bersama Perangkat Daerah & Komunitas Tuli
-
Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu