/
Sabtu, 10 September 2022 | 19:13 WIB
Ilustrasi kaget (stock)

- Echopraxia alias tanpa sengaja meniru gerakan atau gerak tubuh;

- Coprolalia, yakni mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata tak senonoh.

- reaksi kejut yang tidak normal dan berlebihan, seperti melompat, berteriak, mengayunkan lengan, memukul, atau melempar benda.

Beberapa pengidap latah juga menunjukkan kepatuhan otomatis atau ‘terpaksa’ setelah respons terkejut. Misalnya, otomatis merespons perintah sederhana seperti melompat, berlari, atau memukul. 

Penyebab latah

Hingga saat ini, penyebab latah belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa kondisi ini berhubungan dengan faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor risiko latah tersebut meliputi :

- sindrom syok neuropsikiatrik

- budaya tertentu, seperti Melayu atau Indonesia

- faktor genetik gen GLRA1, SLC6A5, GLRB, GPHN, dan ARHGEF9 (X-linked)

Baca Juga: Macam-Macam Profesi Tenaga Kesehatan: Dari Dokter Umum hingga Perawat

- berjenis kelamin perempuan
 
Diagnosis latah

Diagnosis latah bisa dilakukan oleh dokter dengan metode pemeriksaan di bawah ini :

- menanyakan riwayat medis pasien maupun keluarganya secara rinci

- Elektromiografi, untuk memeriksa kondisi otot dan sel-sel saraf yang mengendalikannya

- Elektroensefalografi (EEG), guna mendeteksi ada tidaknya kelainan gelombang otak atau aktivitas elektrik abnormal dalam otak

- uji genetik molekuler

Load More