- Echopraxia alias tanpa sengaja meniru gerakan atau gerak tubuh;
- Coprolalia, yakni mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata tak senonoh.
- reaksi kejut yang tidak normal dan berlebihan, seperti melompat, berteriak, mengayunkan lengan, memukul, atau melempar benda.
Beberapa pengidap latah juga menunjukkan kepatuhan otomatis atau ‘terpaksa’ setelah respons terkejut. Misalnya, otomatis merespons perintah sederhana seperti melompat, berlari, atau memukul.
Penyebab latah
Hingga saat ini, penyebab latah belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa kondisi ini berhubungan dengan faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor risiko latah tersebut meliputi :
- sindrom syok neuropsikiatrik
- budaya tertentu, seperti Melayu atau Indonesia
- faktor genetik gen GLRA1, SLC6A5, GLRB, GPHN, dan ARHGEF9 (X-linked)
Baca Juga: Macam-Macam Profesi Tenaga Kesehatan: Dari Dokter Umum hingga Perawat
- berjenis kelamin perempuan
Diagnosis latah
Diagnosis latah bisa dilakukan oleh dokter dengan metode pemeriksaan di bawah ini :
- menanyakan riwayat medis pasien maupun keluarganya secara rinci
- Elektromiografi, untuk memeriksa kondisi otot dan sel-sel saraf yang mengendalikannya
- Elektroensefalografi (EEG), guna mendeteksi ada tidaknya kelainan gelombang otak atau aktivitas elektrik abnormal dalam otak
- uji genetik molekuler
Cara mengobati latah
Latah umumnya tidak membahayakan, sehingga tidak membutuhkan pengobatan secara medis. Namun bila dirasa mengganggu aktivitas dan kenyamanan, dokter bisa menganjurkan cara mengobati latah yang meliputi :
- mengimbau orang-orang di sekitar pasien untuk berhenti menggoda dan menstimulasi respons latah
- mengendalikan stres dan kecemasan karena bisa meningkatkan kemunculan gejala
- memberikan obat anticemas dan antikejang, contohnya clonazepam, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, diazepam, 5-hydroxytryptophan, piracetam, serta sodium valproate.
Komplikasi latah
Bila terus dibiarkan tanpa penanganan yang memadai, latah bisa saja memicu komplikasi berupa :
- penurunan rasa percaya diri
- cedera atau kecelakaan akibat reaksi terkejut dan respons latah yang berlebihan
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Jika membutuhkan nasihat medis, sebaiknya cari bantuan medis dari dokter yang berpengalaman dengan penyakit ini.
Apa yang perlu dipersiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter?
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
- buatlah daftar seputar gejala yang muncul;
- catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga;
- catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien;
- catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter;
- mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
Apa yang akan dilakukan dokter pada saat konsultasi?
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut :
- apa saja gejala yang dirasakan pasien?
- apakah memiliki faktor risiko terkait latah?
- apakah rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
- apakah pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang.
Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis latah dan penyebabnya agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Semoga bermanfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?
-
336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu