Poptren.suara.com - Sebagai orang tua pasti menginginkan anaknya berperilaku baik. Perilaku ini tak semata-mata bisa terbentuk begitu saja jika tidak didukung dari sikap teladan orang tua. Jika kita sebagai orang tua ingin anak tumbuh berperilaku baik dan juga penyabar, kita pun harus lebih sabar menghadapi tingkah laku mereka.
Menurut penelitian University of Pittsburgh di Pennsylvania dan University of Michigan di Ann Arbor, disiplin verbal yang berat dari orang tua sangat merusak anak. Ketika orang tua sering menegur dengan berteriak atau marah-marah, anak cenderung punya masalah perilaku. Hal ini karena emosional anak terganggu. Bahkan mereka bisa menjadi pelaku vandalisme dan kekerasan di kemudian hari.
Dikutip dari haibunda.com, sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Marriage and Family pada 2003, mengungkap bahwa dalam keluarga di mana ada 25 atau lebih insiden berteriak dalam setahun, anak bisa jadi rendah diri, mudah marah, kasar, serta tingkat depresinya tinggi. Menurut psikolog serta penulis buku 10 Days to a Less Defiant Child, Jeffrey Bernstein, PhD, orang tua yang berteriak dan marah-marah pada anaknya adalah mereka yang kehilangan kesabaran karena tidak mampu mengontrol emosi dengan baik. Hal ini pastinya memberi dampak buruk pada anak.
Jeffrey mengungkapkan, "Berteriak meningkatkan kecemasan pada anak," seperti dilansir dari Psychology Today.
Oleh karena itu, Jeffrey menyarankan tiga cara berikut ini agar sebagai orang tua lebih sabar menghadapi anaknya. Yakni :
1. Jadi pendengar yang aktif
Ketika anak dalam masalah, cobalah jadi pendengar yang baik, bukan memarahi atau menceramahi. Hindari pula sikap menghakimi karena akan membuat anak merasa dikritik dan menjadi defensif atau tidak terbuka, dan tidak ingin bicara.
2. Coba memahami dan berpikir tenang
Setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh anak, mungkin bisa menjadi penawar untuk tidak berteriak padanya. Meskipun pemahaman saja mungkin tidak cukup untuk mengurangi emosi kita, tetaplah berpikir tenang. Analisa apa yang sebenarnya anak inginkan agar dia mau berubah. Jelaskan baik-baik padanya apa yang seharusnya dia lakukan.
Baca Juga: Doyan Touring Berkelompok, Simak Tips Keselamatan Berkendara Aman
Misal, ketika kita melihat kamar anak sangat berantakan, jangan langsung meneriakinya untuk membereskan. Bicaralah baik-baik, beri saran bagaimana seharusnya dia meletakkan barang-barangnya.
Yang perlu kita tekankan pada diri sebagai orang tua adalah pahami anak. Ini akan membantu memperlambat emosi kita. Semakin lambat emosi, semakin berkurang pula tekanan untuk marah dan berteriak.
3. Jangan terlalu mencampuri urusan anak
Sadarilah bahwa anak pun memiliki dunianya sendiri. Pada waktunya nanti, anak akan tumbuh mandiri dan kita mesti melepasnya. Kita tidak bisa terus-menerus mencampuri urusannya. Kadang orang tua sering merasa apa yang dia lakukan untuk anaknya sudah benar, padahal belum tentu demikian. Benar menurut orang tua, belum tentu benar menurut anak.
Jangan hanya melihat dari sudut pandang kita sendiri. Cobalah lihat dari sudut pandang anak. Dengan memberi kepercayaan penuh padanya, akan membantu mengurangi rasa frustrasi dan emosional kita sebagai orang tua.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Dari Bandung hingga Australia, Ribuan Massa Berbaju Hitam Padati Perayaan 10 Tahun Hammersonic
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen
-
Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
-
91 Persen Koruptor Didominasi Laki-Laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?
-
10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards