Poptren.suara.com - Pemerintah Taiwan tidak akan membiarkan Cina ‘ikut campur’ di masa depan. Juru bicara pemerintah Cina mengatakan, Beijing bersedia melakukan upaya maksimal untuk melaksanakan “penyatuan kembali” secara damai.
Taiwan diklaim Cina sebagai wilayahnya dan diperintah secara demokratis. Pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut.
China telah melakukan Latihan militer di dekat Taiwan sejak bulan lalu, setelah ketua dewan Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taipei. Termasuk menembakkan rudal ke perairan sekitar, meskipun kegiatan itu telah berkurang.
Menjelang kongres partai komunis yang diadakan lima tahun sekali, juru bicara kantor urusan Taiwan di cina, Ma Xiaoguang, mengatakan pada konferensi pers di Beijing, Cina tersedia melakukan upaya terbesar untuk mencapai “penyatuan kembali” secara damai. “Tanah air harus dipersatukan kembali dan pasti akan dipersatukan kembali”, kata Ma.
Dewan urusan daratan Taiwan mengatakan masa depan pulau itu tergantung pada keputusan 23 juta penduduknya.
“Tidak memungkinkan campur tangan di sisi lain selat Taiwan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Cina menggunakan latihan militer illegal dan pembalasan hukum dan ekonomi untuk mencoba memaksa rakyat Taiwan, dewan menambahkan melabeli perilaku Beijing adalah keji.
Cina mengusulkan model ‘satu negara, dua sistem’ untuk Taiwan. Mirip dengan formula dimana bekas jajahan Inggris di Hong Kong kembali ke pemerintahan tahun 1997.
Ma mengatakan Taiwan memiliki system sosial yang berbeda dari daratan, yang memastikan cara hidup mereka dihormati, termasuk kebebasan beragama. Namun berada dibawah prasyarat untuk memastikan kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan.
Baca Juga: Istri dan Anak Ngamuk Saat Tahu Hotman Paris Sudah Deal Harga dengan Ferdy Sambo
Semua partai politik utama Taiwan telah menolak proposal itu dan hampir tidak memiliki dukungan publik. Menurut jejak pendapat, terutama setelah Beijing memberlakukan undang- undang keamanan nasional Hong Kong pada tahun 2020 setelah kota itu diguncang oleh anti-pemerintah dan anti-Cina yang kadang disertai kekerasan.
“Rakyat Taiwan sudah jelas menolaknya,” kata Dewan Urusan Daratan. Cina juga tidak pernah meninggalkan penggunaan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya. Mengesahkan undang-undang pada tahun 2005 yang memberi negara itu dasar hukum untuk tindakan militer terhadap Taiwan jika ia memisahkan diri.
Cina telah menolak untuk berbicara dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, sejak ia pertama kali menjabat sejak tahun 2016.Yakin bahwa ia seorang separatis, dirinya telah berulang kali menawarkan berbicara atas dasar kesetaraan dan saling menghormati.
Pendahulu Tsai, Ma Ying-jeou, mengadakan pertemuan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Singapura pada tahun 2015.
Pada konferensi pers yang sama, kepala departemen penelitian di kantor kerja partai komunis Taiwan, Qiu Kaiming, mengatakan pertemuan antara Xi dab Ma menunjukkan fleksibilitas strategis terhadap Taiwan.
“Itu menunjukkan pada dunia bahwa orang-orang Cina dari kedua sisi selat benar-benar bijaksana dan cukup mampu memecahkan masalah,” tambahnya. Pemerintah Taiwan mengatakan klaim kedaulatan tersebut tidak berlaku karena tidak pernah diperintah Republik Rakyat Cina. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini
-
UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!
-
Camila Mendes Akui Mentalnya Sempat Terpuruk saat Syuting Serial Riverdale
-
Berapa Harga Motor Bebek Baru 2026? Intip Keunggulannya yang Bikin Matic Minder
-
Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam
-
Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile
-
4 Rekomendasi Lip Balm SPF 50, Perlindungan Maksimal untuk Bibir Tetap Lembap dan Cerah
-
John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?
-
4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet