Poptren.suara.com - Hong Kong akan segera mengumumkan kebijakan terkait karantina hotel Covid-19 yang kontroversial untuk semua kedatangan, karena ingin menjaga kota tetap terhubung dengan seluruh dunia dan memungkinkan adanya sebuah “pembukaan yang teratur”.
John Lee, sebagai pemimpin kota mengatakan, ia sadar HongKong perlu mempertahankan daya saing. Pihak berwenang ingin membawa kembali acara dan kegiatan kota.
“kami tahu persis kemana kami harus menuju dan ingin konsisten saat bergerak ke arah itu. Kami ingin memiliki keterbukaan yang tertib karena kami tidak ingin ada kekacauan atau kebingungan dalam prosesnya,” katanya, berdasarkan isyarat negara Cina yang menerapkan kebijakan nol-Covid.
Hong kong merupakan salah satu dari negara di dunia yang masih mengharuskan pelancong yang datang untuk karantina, meskipun masa karantina semakin berkurang dari waktu ke waktu. Saat ini, pelancong yang datang harus karantina selama tiga hari di hotel dengan pengawasan mandiri selama empat hari.
Dikutip dari South China Morning Post, porsi hotel akan dihapus dan diganti dengan pengawasan mandiri selama tujuh hari. Dari peraturan tersebut, orang-orang dapat tinggal di rumah mereka sendiri tanpa harus melakukan tes, dan pergerakan mereka dibatasi.
Media lokal lainnya melaporkan, perubahan diumumkan minggu ini. Sektor bisnis, diplomat dan masyarakat mengecam aturan karantina hotel yang berlaku sejak Maret 2022, termasuk pembatasan kota dengan mengatakan posisi Hong Kong sebagai pusat global keuangan.
Aturan tersebut telah memicu eksodus, ekspariat dan warga lokal yang dimulai oleh Beijing yang berupaya untuk mengendalikan bekas jajahan Inggris dan membatasi kebebasan. Menurut angka pemerintah, sejak pertengahan tahun 2021, sebanyak 113 ribu orang pergi.
Aturan tersebut juga telah memaksa maskapai penerbangan dari dan menuju Hong Kong dibatalkan atau ditunda. Sebagai bagian dari upaya mengembalikan sektor bisnis ke pijakan yang normal, Hong Kong berencana menjadi tuan rumah konferensi keuangan besar dan Rugby Sevens International November mendatang.
Bebas karantina adalah prasyarat untuk hari di konferensi tersebut. Masih belum ada kejelasan apakah pembatasan Covid di bidang lain juga akan dilonggarkan. Sampai saat ini Hong Kong masih melarang sekelompok orang di ruang publik lebih dari empat orang, serta masih wajib memakai masker, pun untuk anak-anak dan remaja. (Reuters)
Baca Juga: Tampil di Televisi, Rina Mahasiswi UHO yang Viral bilang 'Tidak Boleh Minder'
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui