Poptren.suara.com – Jika sang buah hati sedang sakit, orangtua jadi resah dan merasa bersalah karena tak bisa menjaga kesehatan anaknya dengan baik. Sebenarnya, menjaga kesehatan sang anak itu susah susah gampang. Namun, yang terpenting adalah memberikan makanan sehat dan lingkungan yang bersih.
Ketika orangtua memberikan lingkungan yang kotor, banyak bakteri dan kuman yang akan terus berkembang hingga menyebabkan berbagai macam penyakit salah satunya tifus.
Ini adalah salah satu penyakit yang rentan banget dialami oleh anak. Tifus biasanya jadi jika adanya infeksi bakteri yang bernama Salmonella Typhim, bakteri ini berkembang sangat cepat.
Diketahui bahwa tifus pada anak merupakan penyakir endemik yang dapat menyerang, karena kekebalan tubuh anak masih belum optimal.
Pencegahan tifus pada anak
Tifus adalah salah satu penyakit yang harus kita hindari dan waspadai, karena dapat menyebabkan banuak komplikasi kesehatan bagi penderitanya terutama bagi anak-anak.
Ini sangat berbahaya bisa terjadi gangguan saluran pencernaan dan pendarahan internal yang dapat bisa berujung kematian.
Maka para ibu atau orangtua harus mengetahui bagaimana mencegah tifus agar anak-anak tidak kena!
Dilansir dari Halodoc.com,bakteri tifus memiliki masa inkubasi selama 7-14 hari, terhitung sejak anak terinfeksi.
Baca Juga: Perkosa Putri Kandungnya Sendiri, Seorang Ayah Di Kota Ambon dituntut 15 Tahun Penjara
Kemudian, serangkaian gejala akan muncul dan ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, lemas, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, diare setra ruam atau bintik merah pada kulit.
Apa aja si yang bisa kita lakukan untuk mencegah tifus, berikut caranya.
Menjaga kebersihan
Kamu harus tahu bahwa, bakteri Salmonella Typhi sangat cepat menyebar dalam tubuh melaluo urine atau fases pengidap penyakit tifus.
Maka langkah pencegahannya, selalu pastikan kebersihan sanitasi dan lingkungan rumah jika sudah mendapati salah satu anaggota keluarga sudah terkena penyakit tifus.
Hal ini harus dilakukan karena bakteri penyebab tifus tidak akan mampu bertahan lama jika lingkungan anda bersih.
Berikan vaksin pada anak
Lakukan vaksin guna mencegah tifus pada anak. Namun sayangnya, vaksi ini baru bisa dilakukan ketika anak sudah berumur 2 tahun dan perlu diulang setiap 3 tahun sekali, agar imunitas tubuh anak tetap kebal terhadap bakteri penyebab penyakit tifus.
Pola makan sehat
Anak masih belum memiliki daya tahan tubuh yang optimal, sehingga mereka sangat rentan terkena penyakit tifus. Untuk mencegahnya, sebaiknya ibu selalu memberikan makanan yang sehat dan bersih pada anak. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya, dapat membantu daya tahan tubuh anak tetap terjaga dengan baik.
Ajari anak untuk hidup bersih
Hal ini sangatlah penting, hal ini berguna agar anak terhindar dari penyakit tifus. Para orangtua bisa mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan sebelum melakukan apapun ataupun sesudah melakukan apapun.
Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala demam tifoid dapat sembuh pada minggu ketiga atau keempat. Hal yang perlu diperhatikan adalah, penyakit ini bisa datang kapan saja. Untuk mencegahnya, selalu lakukan beberapa langkah pencegahan tersebut ya, bu!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Apakah Makan dan Minum Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Hukum Fiqihnya
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar
-
THR ASN, PPPK, Polisi dan TNI Cair Kapan? Ini Penjelasannya
-
5 Lipstik Matte yang Tidak Bikin Bibir Kering, Tahan Lama dan Tetap Nyaman Dipakai Seharian
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang