Poptren.suara.com - Sub varian virus Corona jenis Omicron XBB 1.5 atau dikenal dengan nama Kraken telah masuk ke Indonesia. Sub varian ini diduga dibawa oleh warga negara asal Polandia pada awal tahun 2023. Masyarakat Indonesia diminta untuk lebih waspada karena organisasi kesehatan dunia atau WHO pernah menyampaikan bahwa sub varian satu ini paling cepat menular.
Seperti di Amerika Serikat contohnya, disana Kraken membuat lonjakan pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 16,1 persen dalam beberapa waktu terakhir. Sub varian Kraken juga memiliki ciri-ciri dan tanda seperti sub varian yang sudah-sudah. Ci-ciri atau tanda yang paling umum diantaranya :
1. Bersin dan pilek
Ciri satu ini bisa dialami siapa saja yang terinfeksi Kraken, dengan gejala hidung yang gatal hingga tersumbat.
2. Kelelahan
Lelah bisa terjadi karena tubuh mengeluarkan energi yang besar ketika melawan virus.
3. Demam
Demam menjada salah satu ciri paling umum gejala virus Corona. Demam juga terjadi saat sistem kekebalan tubuh tengah bekerja melawan peradangan yang disebabkan virus.
4. Sakit kepala
Baca Juga: Bangkitnya Virus Zombie Setelah Lebih dari 40 Ribu Tahun Membeku, Kok Bisa ?
Biasanya akan terasa sensasi berdenyut pada kepala.
5. Lemas dan nyeri otot
Seseorang yang tertapar Kraken secara umum akan merasakan ciri satu ini.
6. Sakit tenggorokkan
Umumnya tenggorokan akan terasa kering, nyeri, hingga sulit menelan.
7. Batuk kering
Batuk bersifat kering, dan biasanya intensitasnya naik pada malam hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh
-
Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital
-
Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat
-
Belanja Murah Pakai QRIS BRImo, Bisa Dipakai saat Weekdays
-
5 Fitur Smartwatch yang Wajib Dipantau Pelari: Performa Terukur, Capai Target Lebih Cepat
-
REDMI 17 Resmi di Indonesia, Bawa Baterai 7.500mAh untuk Lawan Battery Anxiety
-
Bebas White Cast, Ini 5 Loose Powder Anti Flashback yang Aman untuk Foto
-
Kabut Asap Karhutla: 376 Kasus ISPA di Pekanbaru Sejak Agustus 2026
-
Heboh Video Viral Keretakan di Bawah Laut Pulau Komodo Efek Gempa NTT, Benarkah?
-
Kemenhut Segel Areal Kebakaran Hutan di Sumsel, Pemegang Izin Diperingatkan Jaga Areal Konsesi