Poptren.suara.com - Efek dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio kepada David semakin melebar, terbaru, Rafael Alun Trisambodo memutuskan mundur dari ASN Dirjen Pajak Jakarta. Mario Dandy pun akhirnya harus dikeluarkan dari kampusnya.
Tak berhenti sampai disitu saja, harta kekayaan ayah Mario Dandy Satrio pun menjadi sorotan, banyak yang mempertanyakan dari mana sumber harta yang dimiliki. Bahkan harta kekayaan ayah Mario melebihi atasannya dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Ternyata tak hanya itu, Rafael Alun Trisambodo memiliki beberapa bisnis bersama istri atau ibu dari Mario Dandy, berikut ini bisnis yang diduga milik Rafael dan istri yang berlokasi di 4 daerah :
Bilik Kopi Coffee House & Resto Equity Tower SCBD
Diketahui dari unggahan instagram @azazeldiablos yang menunjukkan foto salah satu bisnis milik Rafael Alun Trisambodo. Bilik Kopi Coffee House & Resto Equity Tower SCBD terletak di Equity Tower SCBD lantai LG, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. buka pukul 09.00 -18.00 dari hari Senin hingga Jum'at.
Pantauan dari ulasan rating tempat ini berada diangka 1,8 dan banyak yang mencibir dengan memberikan komentar negatif pada resto ini.
Bayar pajak ga nih?," tulis David Ricardo sembari memberi rating bintang 1.
“Kopi rasa duit pajak,” ijar Indra Wan.
Bilik Kayu Heritage Resto
Lokasi resto ini berada di Yogya, tepatnya di Jl. Ipda Tut Harsono No.72, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Green Hill Residence
Lokasi Perumahan berada di Manado, tepatnya Jl. Ring Road, Malendeng, Kec. Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara. Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi kepastian atas kepemilikan 4 lokasi bisnis tersebut dari pihak terkait.
Bilik Kopi - Sahid Sudirman Center
Lokasi tepatnya berada di Sahid Sudirman Centre, Lobby 10, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Tanah Abang, Central Jakarta City, Jakarta. Sama dengan Bilik Kopi Coffee House & Resto Equity Tower SCBD, unggahan di Google pun menunjukkan banyaknya ulasan negatif dari resto ini.
Rating Nilai yang diberikan adalah 2,3 dengan berbagai komentar negatif di dalamnya.
"kalau sudah begini, mau bagaimana lagi? nasi sudah menjadi bubur," tulis indo digital ads.
"setelah nendang kepala : siuuuuuuuuu , bayar pajak ntol," ujar Sutan Diwa.
Berita Terkait
-
Kekayaan Fantastis Rafael Alun Bikin Geger, Eks Penyidik KPK Ungkap Pemicu Pejabat Pintar Sembunyikan Hartanya
-
Ungkit Kasus Etik Lili Pintauli, Ini Alasan Mantan Penyidik KPK Minta Sri Mulyani Tolak Surat Resign Rafael Alun
-
Kompak Hedon! Mario Dandy Pamer Rubicon, Istri Rafael Pamer Koleksi Tas Mewah Harga Miliaran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026