Poptren.suara.com - Jamur selangkangan (Tinea cruris) adalah suatu infeksi jamur yang umum terjadi di daerah selangkangan dan organ lainnya di sekitar alat kelamin dan pantat. Umumnya jamur ini terjadi pada pria dan orang yang sering berkeringat atau memiliki kelebihan berat badan.
Infeksi jamur selangkangan dapat menyebabkan rasa gatal, ruam merah, rasa seperti terbakar, dan rasa tidak nyaman pada daerah selangkangan. Infeksi ini juga dapat menyebar ke daerah lain di tubuh seperti paha dan bokong jika tidak diobati dengan benar.
Pengobatan jamur selangkangan biasanya melibatkan penggunaan krim atau salep antijamur yang diaplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Selain itu, menjaga daerah selangkangan tetap kering dan bersih juga dapat membantu mengurangi risiko infeksi jamur selangkangan.
Meskipun infeksi jamur selangkangan umumnya tidak serius, penting untuk segera mencari perawatan medis jika gejalanya tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan atau jika terdapat tanda-tanda infeksi yang lebih serius seperti demam atau kulit yang terluka.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan cara pencegahan infeksi jamur selangkangan.
Secara umum, jamur ini mirip dengan beberapa ruam lain yang terjadi pada lipatan kulit termasuk intertrigo kandida, eritrasma, psoriasis inversi, dan dermatitis seboroik.
Seperti dijelaskan laman Patient, jamur ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi jika dibiarkan tumbuh subur di tempat yang hangat dan lembap.
Itulah sebabnya mengapa kutu air biasanya berkembang di kulit di sekitar selangkangan, paha bagian dalam, dan bokong.
Infeksi jamur ini pada kulit yang terang, area yang terkena juga dapat tampak merah, bersisik, atau bersisik. Pada kulit yang lebih gelap, ruam mungkin tampak abu-abu atau coklat.
Baca Juga: Benarkah Tidur Singkat Bermanfaat untuk Produktifitas dan Kesehatan ?
Meskipun gatal-gatal pada selangkangan dapat mengganggu, namun biasanya merupakan infeksi ringan. Mengobatinya dengan cepat akan meminimalkan gejala dan mencegahnya menyebar.
Kebanyakan orang merasa lega hanya dengan mengoleskan obat antijamur topikal seperti salep, dan dengan menjaga area yang terkena tetap bersih dan kering.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki
-
Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap
-
Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat
-
Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?
-
Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?
-
3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar
-
Berapa Jumlah Anak Tangga Pembawa Hoki Menurut Feng Shui? Ini Hitungannya
-
Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum
-
Build Hero Gord Tersakit di MLBB, Biar Winrate Naik Signifikan!