/
Rabu, 08 Maret 2023 | 10:52 WIB
Beratnya tekanan pekerja Jepang hingga teler di kereta (i love salaryman/Facebook)

Poptren.suara.com - Foto-foto itu memperlihatkan pemandangan para pria berjas dan berdasi terkapar di sembarang tempat. Mereka necis, dan tergeletak tak berdaya di depan toko, trotoar, bangku taman, bahkan di kereta api.

Pada tahun 2008 hingga 2010, seorang fotografer bernama @pawel_jaszczuk berkeliling ke beberapa stasiun dan bar di Tokyo, Jepang. Ia memotret sebuah fenomena para pemabuk “Salarymen”.Dalam budaya perusahaan yang penuh hormat di Jepang, banyak para pekerja yang tak kuasa menolak ajakan untuk minum-minum oleh atasan mereka.

Budaya tersebut, disebut nomikai, yakni minum-minum di kedai bersama kolega atau atasan sepulang kerja. 

Karena pekerja Jepang memiliki jam kerja yang sangat panjang, maka tak heran jika pada akhirnya  mereka tertinggal jadwal kereta terakhir, yang membuat mereka terdampar di pusat kota. 

Melihat orang yang kelelahan, mabuk berat hingga tertidur di jalanan menjadi sebuah hal yang sudah biasa dan bukan fenomena baru di Jepang.Apa yang menarik bagi Jaszczuk adalah, hal-hal dramatis seperti pose para pria yang menggunakan setelan pakaian mahal namun sangat kontras dengan situasinya yang sangat tidak bermartabat. 

Namun pada akhirnya foto-foto ini memiliki arti yang jelas “Potret-potret ini menunjukkan orang-orang yang dieksploitasi secara berlebihan, terlalu keras bekerja, penuh tekanan, dan kelelahan. Apakah kita benar-benar ingin berakhir seperti ini?” tulisnya.

Load More