Suara.com - Pemerintah Jepang rencanaya akan membawa pekerja mereka kembali ke negara asal pada hari Rabu (14/07) kemarin. Namun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum ada realisasi hingga saat ini.
Juru bicara Kemlu RI juga mengatakan belum menerima informasi lanjutan tentang repatriasi dari pemerintah Jepang.
"Masih belum direalisasikan tapi ini merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap warga negaranya," jelasnya.
"Sama halnya, Indonesia pernah memulangkan WNI dari Wuhan dan juga kru kapal pesiar yang bersandar di Jepang pada saat awal Covid-19."
Menyadur NHK Kamis (15/07), varian Delta membuat angka virus corona di Indonesia melonjak tajam dengan kasus harian baru mencapai 48 ribu dan 864 kematian pada hari Selasa.
Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menyebut 9 ekspatriat meninggal antara 26 Juni hingga 12 Juli karena virus corona. Beberapa dari mereka berusia 30-an dan 40-an.
Satu perusahaan akan menerbangkan pesawat sewaan pada hari Rabu untuk mengevakuasi karyawan dan anggota keluarga mereka untuk keluar dari Indonesia.
Salah satu pekerja Jepang, Okutsu So yang bekerja perusahaan logistik Jepang di Jakarta mengatakan banyak orang akan kembali ke Jepang bulan ini atas instruksi kantor pusat.
Selama ini Okutsu tinggal dengan banyak pekerja dan merupakan satu-satunya ekspatriat Jepang di kantor mereka.
Baca Juga: Repatriasi WNI ABK KM Bandar Nelayan 188
Rencananya, keluarga Okutsu akan bergabung dengannya bulan depan, tapi gagasan itu langsung dibatalkan secara mendadak karena dinilai berisiko tinggi.
Dia mengatakan meskipun merindukan mereka, ini belum saatnya membawa keluarga ke Indonesia karena layanan medis RI sedang runtuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru