Poptren.suara.com - Pria 65 tahun asal Italia menuntut seorang dokter karena salah diagnosa yang berujung fatal. Gara-gara dokter salah diagnosis, dokter mengamputasi 'senjata' pria Italia tersebut karena mengira terkena kanker.
Pria tersebut kini menuntut sang dokter membayar ganti rugi 400 ribu Euro, setara Rp 6,5 miliar, lewat Pengadilan Arezzo.
"Ahli bedah itu mengamputasi alat kelamin pria tersebut karena mengira telah terjangkit kanker," kata dokumen pengadilan yang dikutip Kantor Berita ANSA, Rabu (8/3).
Pejabat dinas kesehatan Tuscan menyatakan sang dokter telah salah mendiagnosis, setelah empat tahun berlalu. Pria yang dirahasiakan identitasnya itu ternyata 'hanya' menderita sifilis, sejenis penyakit kelamin. Sifilis bisa disembuhkan dengan obat-obatan. Operasi amputasi berlangsung di Rumah Sakit San Donato, Kota Arezzo di Tuscan, pada November 2018.
Kasus yang tidak biasa ini bakal ditangani hakim Claudio Lara, sidang pendahuluan digelar 9 Maret nanti.
"Pasien tersebut mengatakan telah menderita 'kerusakan yang sangat serius' dan layak mendapatkan kompensasi atas kehilangan penisnya serta mengalami trauma psikologis," ujar dokumen pengadilan.
"Salah diagnosis ini sangat menyakitkan dan memalukan," kata pria tersebut kepada surat kabar lokal Corriere di Arezzo.
Dokter ahli urologi yang melakukan operasi pemotongan kelamin itu kini telah pindah ke Milan.
Kasus serupa pernah terjadi di Prancis pada Desember 2022. Seorang pria 30 tahun dipotong penisnya karena diduga terserang tumor ganas padahal sifilis oleh dokter di Rumah Sakit Universitas Nantes.
Baca Juga: Potret Pekerja Sedang Teler Tidur di Jalan, Fenomena Beratnya Tekanan Bekerja di Jepang
"Saya membenci dokter yang tidak mendengarkan saya," ujar korban yang tidak disebutkan namanya itu kepada France Bleu. "Tidak ada yang bisa menggantikan penis!"
Pengadilan mengabulkan tuntutan pria itu dengan memvonis sang dokter membayar ganti rugi 62 ribu Euro, Rp 1 miliar lebih, dari tuntutan 1 juta Euro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak