Poptren.suara.com - Disfungsi ereksi atau impotensi pada pria adalah masalah kesehatan seksual yang umum terjadi. Ini dapat disebabkan oleh faktor fisik atau psikologis dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.
Menurut dokter Boyke, pria yang pola hidupnya selalu mengkonsumsi makanan-makanan yang instan, kurang berolahraga, sering begadang dan merokok akan mengalami disfungsi ereksi saat ingin berhubungan seksual.
"Susah ereksinya, dan sekarang sebagian besar anak-anak milenial ya begitu. Karena jaman sekarang makanannya instan mereka datang ke dokter, kaget-kaget dokternya, kamu kok begitu, belum juga umur 35 sudah gangguan begitu. Susah ereksi cepat keluarnya," kata dokter Boyke disunting dari kanal youtube WAW Entertainment, Rabu (12/4).
Ada berbagai metode pengobatan yang tersedia untuk mengatasi disfungsi ereksi, termasuk terapi obat, terapi injeksi, terapi vakum, dan implan penis. Namun, teknologi terbaru yang menjanjikan adalah terapi gelombang kejut.
Terapi Gelombang Kejut adalah teknologi yang menggunakan gelombang akustik berdenyut untuk meningkatkan aliran darah ke penis dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru di jaringan ereksi. Teknologi ini telah digunakan secara klinis untuk mengobati disfungsi ereksi dan hasilnya sangat menggembirakan.
Terapi gelombang kejut membantu meningkatkan aliran darah ke penis dengan meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru dan merangsang pertumbuhan sel-sel dalam jaringan ereksi. Hal ini juga membantu memperbaiki kerusakan pada jaringan ereksi dan meningkatkan kepadatan jaringan yang dapat membantu mempertahankan ereksi lebih lama.
Beberapa studi telah dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi gelombang kejut dalam mengatasi disfungsi ereksi pada pria. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal European Urology pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terapi gelombang kejut secara signifikan meningkatkan kemampuan ereksi pada pria dengan disfungsi ereksi yang tidak merespons terhadap terapi obat.
Selain itu juga sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sexual Medicine pada tahun 2019 menunjukkan bahwa terapi gelombang kejut menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan ereksi dan kepuasan seksual pada pria dengan disfungsi ereksi.
Studi lainnya diterbitkan dalam jurnal International Journal of Impotence Research pada tahun 2020 menunjukkan bahwa terapi gelombang kejut menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan ereksi pada pria dengan disfungsi ereksi ringan hingga sedang.
Baca Juga: Pipa AC Bocor, Pedagang Pasar Tanah Abang Panik Dagangannya Mendadak 'Kebanjiran'
Terapi Gelombang Kejut adalah teknologi terbaru yang menjanjikan dalam mengatasi disfungsi ereksi pada pria. Teknologi ini menggunakan gelombang akustik berdenyut untuk meningkatkan aliran darah ke penis dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru di jaringan ereksi. Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa terapi gelombang kejut sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan ereksi dan kepuasan seksual pada pria.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan