Poptren.suara.com - Disadari atau tidak, gaya hidup seseorang menentukan ada di "kelas" mana dirinya. Gaya hidup seseorang juga jadi penentu, layakkah ia di ruang lingkup pertemanannya. Gaya hidup seseorang seolah membeli gengsi yang berakibat tekor, terlilit utang sehingga dikejar penagih hutang bahkan bangkrut.
Padahal gaya hidup terbilang bisa dianggarkan atau diperhitungkan dengan menyesuaikan dengan pendapatan. Tapi apabila gengsi berada paling depan, jumlah uang yang dibutuhkan untuk menjangkaunya seakan tidak terkira. Ada baiknya memperhatikan dan sebisa mungkin hindari hal-hal yang akan meruntuhkan keadaan ekonomi pribadi menurun, yaitu :
1. Diperbudak oleh gengsi
Apabila harta terbatas, jangan sampai gengsi menjadi garda depan, karena harga sebuah gengsi sangat mahal untuk orang yang masih hidup dari gaji bulanan. Dengan adanya gengsi untuk meraih ambisi, cepat atau lebih cepat akan menghilangkan kesadaran dalam membelanjakan uang.
Gengsi yang 'bersahabat' dengan kebutuhan akan pengakuan, membuat orang mengerahkan segala upaya agar bisa seperti orang lain.
2. Update terbaru
Perangkat elektronik bahkan kendaraan adalah barang-barang yang perlu diperbarui secara berkala apabila terjadi kerusakan atau turunnya performa fungsional. Dengan kata lain, membeli atau memperbarui barang-barang tersebut haruslah berdasarkan alasan kebutuhan atau fungsinya, bukan gengsinya.
Rasa untuk selalu update ponsel, kendaraan, atau barang elektronik karena telah ada versi terbarunya dijamin tidak akan ada habisnya, dan masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah bisa dipastikan akan berangkat menuju kebangkrutan bila berperilaku demikian.
3. Membanding-bandingkan
Baca Juga: Punya Hutang di Bank Hingga Ratusan Juta, Ini Alasan Yessy Minta Mahar Sertifikat Rumah?
Orang yang selalu menginginkan apa yang dimiliki orang lain, lambat laun akan terjebak pada persaingan tidak sehat yang sifatnya terus-menerus, bahkan bisa berurusan dengan jenis utang lain demi memenangi persaingan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Segera Tayang di Indonesia, 5 Alasan Film Horor Korea Salmokji Layak Dinantikan
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Deretan Pemain The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum Terungkap, Ada Jamie Dornan
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten