/
Kamis, 27 Juli 2023 | 22:30 WIB
Image credit: NASA/JPL-Caltech/ASU/MSSS/SSI

Poptren.suara.com - Bulan terdekat Mars, Phobos, sedang menuju kiamatnya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, dalam skala waktu astronomi, Phobos akan semakin mendekati Mars, sebelum akhirnya jatuh dan bertabrakan dengan planet tersebut. Sementara itu, Deimos, bulan lain Mars, akan terus melayang menjauh hingga akhirnya meninggalkan orbit Mars.

Phobos mendekati Mars dengan kecepatan sekitar 1,8 meter setiap seratus tahun; dengan kecepatan tersebut, Phobos akan bertabrakan dengan Mars dalam 50 juta tahun atau pecah menjadi cincin," kata halaman NASA tentang bulan Mars tersebut.

"Para ilmuwan sudah tahu bahwa Phobos ditakdirkan," kata NASA dalam sebuah pernyataan yang membahas gerhana baru-baru ini yang ditangkap oleh Perseverance. "Bulan itu semakin dekat ke permukaan Mars dan ditakdirkan untuk bertabrakan dengan planet tersebut dalam puluhan juta tahun. Namun, pengamatan gerhana dari permukaan Mars selama dua dekade terakhir juga telah memungkinkan para ilmuwan untuk memperbaiki pemahaman mereka tentang spiral kematian Phobos yang lambat."

Bulan kita sendiri bergerak menjauh dari kita dengan kecepatan sekitar 3,78 sentimeter (1,5 inci) per tahun, yang berarti bahwa di masa depan keturunan kita (jika mereka masih ada) tidak akan melihat gerhana matahari total. Bulan akan terlalu kecil dari perspektif kita untuk menutupi Matahari.

"Fakta bahwa Bulan kita saat ini menggerhanakan Matahari sepenuhnya adalah kebetulan yang bahagia. Matahari dan Bulan tampak seukuran di langit karena Matahari berjarak sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi daripada Bulan, dan berdiameter sekitar 400 kali lebih besar. 4 juta tahun yang lalu, sebelum Bulan terdorong ke orbit saat ini, Bulan akan tampak sekitar tiga kali lebih besar dari sekarang di langit. 

source: iflscience.com

Load More