Poptren.suara.com - Seorang wanita menyatakan keluar dari Islam setelah pulang dari umrah, dalam video yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut wanita itu mengaku bernama Susan berasal dari Indramayu yang sudah lama hidup di Bandung.
"Sebelum saya mengenal Tuhan Yesus, saya juga sebelumnya 2019 saya sudah berangkat umrah dan bercadar juga. Kenapa saya ingin ikut Tuhan Yesus karena awal mulanya saya itu merasa kayak gak punya hidup damai sejahtera di agama sebelumnya mohon maaf," kata Susan dalam Youtube Channel Islamic Quotes, dikutip Senin (7/8).
Dia mengaku sebelumnya menjadi muslimah yang taat, dengan menjalankan semua ritual keagamaan yang biasa dilakukan. Bahkan dia rutin menjalankan tahajud.
"Kenapa saya ingin ikut Tuhan Yesus, karena awal mulanya saya itu merasa kayak gak punya hidup damai sejahtera di agama sebelumnya mohon maaf. Karena sebelumnya saya juga taat melakukan ibadah puasa, tahajud dan seperti orang lain lakukan di agama seberang. Terus saya berdoa sama Tuhan Waktu itu saya kasih sakit dulu sama Tuhan dan mungkin itu proses Tuhan untuk membentuk saya dan merasakan kasih karunia Tuhan sehingga saya diselamatkan oleh Tuhan," ujarnya.
Merespons video yang sempat viral tersebut, Ustadz Adi Hidayat tidak memberikan caci maki, namun menceritakan kondisi Islam di awal dakwah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (S.A.W). Dia mengatakan saat nabi menyampaikan risalah Islam terdapat beragam respons yang lahir dari aneka kelompok masyarakat pada saat itu.
"Ada di antara mereka yang beriman menerima kebenaran risalah Islam lantas memeluk ini dan mengerti tentang kedalamannya, rasionalitasnya, sehingga mampu mengamalkan nilai-nilai yang dibawa oleh Islam. Serta bimbingannya secara benar terukur dan meraih keberkahannya," kata Adi Hidayat.
Namun, kata dia, ada di antara mereka yang meragukan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga masih menimbang antara mengikuti atau mengabaikannya. Di sisi lain terdapat kelompok yang sama sekali tidak merespons ajaran nabi atau dakwah yang nabi sampaikan dengan kesan yang positif.
Menurut Adi, mereka cepat mengabaikan dan meninggalkan dakwah nabi bahkan juga disertai dengan tuduhan atau bahkan juga tantangan-tantangan yang melahirkan pergolakan pergolakan tertentu sampai ke level yang bersifat menyakiti baik verbal ataupun physical.
Di antara mereka ada kalangan yang tetap dengan kekufurannya ada orang yang dilisannya menyatakan keislamannya namun perilakunya justru menyimpang dari nilai-nilai keislaman bahkan merencanakan perilaku yang menentang terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW.
"Menariknya ada juga di antara mereka yang menyatakan keislamannya namun masih labil dengan keislaman yang mereka deklarasikan itu, sehingga mudah terpengaruh provokasi bahkan kembali kepada keyakinan dan perilaku awal yang mereka lakukan golongan kedua diistilahkan dengan munafik dan yang ketiga disebut dengan kaum murtadin,"
Adi menceritakan, Nabi Muhammad dengan kehalusan rasanya, rasa kasih yang dalamnya dengan simpati yang sangat luas itu, nabi merasakan kesedihan yang mendalam. Hal itu karena khawatir orang-orang yang menentang nabi kemudian wafat tanpa iman.
"Tidak mendapatkan perhatian dan kasih dari Allah SWT. Kebahagiaan di akhirat kelak adalah keimanan seseorang yang menjadi inti bekal kehidupan dalam membawa nilai-nilai terbaik dan bekal-bekal terbaik untuk mendapatkan rahmat Allah SWT," jelasnya.
Nabi Muhammad, kata Adi, juga merasakan kesedihan karena dikhawatirkan orang-orang yang cepat ingkar ini justru menggalang kekuatan untuk melukai atau melakukan pertentangan. Baik kepada dakwah ataupun kepada pemeluk Islam pada saat itu.
"Allah berfirman di Quran surat ke-3 Al-Imran, ayat 176 dijelaskan tidak harus respons kekufuran mereka yang melakukan pertentangan itu, menjadikan engkau cepat merasakan sedih yang mendalam. Sungguh orang-orang yang berpaling darimu itu orang-orang yang melakukan pertentangan yang mengingkari dakwah yang keluar dari Islam yang pernah kau sampaikan yang menyatakan keislaman namun juga melakukan pertentangan kepada Allah," kata Adi.
Menurutnya, mereka semua itu tak akan mampu mengurangi sedikitpun keagungan Allah SWT tidak akan mampu mencelakai sedikitpun wali-wali Allah. Orang-orang yang berjuang menegakkan Islam, orang-orang yang memeluk Islam dengan benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan