Suara.com - PT Astra International Tbk mempersembahkan Konser SATU Indonesia, sebuah perhelatan yang ditujukan bagi seluruh masyarakat untuk melangkah maju bersama Indonesia. Konser SATU Indonesia mengangkat tema “Salute to Guruh Soekarno Putra,” sebuah penghormatan yang diberikan untuk pemuda Indonesia yang telah mengangkat budaya serta kecintaan pada bangsa dan negara lewat karya-karya musiknya.
Melalui aransemen seorang konduktor ternama Erwin Gutawa, lagu-lagu karya Guruh Soekarno Putra akan dinyanyikan oleh pemuda-pemudi Indonesia, yaitu Raisa, Tulus, Nowela, Judika, Superman Is Dead, Overtunes, RAN dan yang juga spesial adalah penampilan dari anak-anak yang tergabung dalam Di Atas Rata–Rata (DARR), yang merupakan hasil binaan proyek pencarian bakat oleh Erwin Gutawa dan Gita Gutawa.
Selain akan dibawakannya lagu-lagu karya Guruh Soekarno Putra dalam versi yang berbeda, keistimewaan lain dari konser ini adalah tata artistiknya yang dikemas secara apik oleh penata artistik berpengalaman, Jay Subiyakto.
“Melalui konser ini Astra ingin memberikan inspirasi kepada generasi muda Indonesia untuk bisa terus berkarya dalam bidang apapun yang dikuasainya untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Guruh Soekarno Putra melalui karya-karyanya,” ungkap Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas.
Sementara itu sang konduktor, Erwin Gutawa mengatakan,“Konser SATU Indonesia akan menyajikan karakter dan kelebihan yang beragam dari seluruh artis yang tampil. Konser ini juga akan menyuguhkan variasi apik sehingga penonton tidak akan bosan.”
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan