Suara.com - THE H.M.S merupakan grup musik kritik sosial yang memiliki semangat untuk melawan tindak pidana korupsi melalui nada, lagu, dan simponi perjuangan serta kemarahan rakyat Indonesia. Personil THE H.M.S terdiri dari 3 orang kader Gerakan HMS yaitu Hardjuno Wiwoho, SH, Bona Paputungan, dan Digo D.Z. Ketiga kader HMS yang tergabung dalam group THE H.M.S memiliki latar belakang profesi yang berbeda, seperti Hardjuno Wiwoho, SH, beliau menjabat sebagai Sekretaris Jendral Gerakan HMS, berprofesi sebagai aktivis anti korupsi dan seorang enterpreuner di Jakarta.
Dalam kehidupan sehari-hari pria yang akrab dipanggil Hardjuno berperan penting sebagai motor yang menggerakkan seluruh roda organisasi Gerakan HMS agar tetap mampu konsisten berjuang. Hal tersebut dia wujudkan dengan single Belum Merdeka.yang dia ciptakan bersama Bona Paputungan, sebagai single perdana yang dinyanyikannya sendiri pada Album Koruptor-Koruptor Kakap New Version.
Dalam prosesnya, Hardjuno dan Bona Paputungan dibantu Digo DZ dan Dendi. Lagu “Belum Merdeka” merupakan Ekspresi Kemarahan dan Kesedihan dari seorang Sekjen Gerakan HMS melihat kondisi kehidupan rakyat Indonesia yang jauh dari sejahtera bahkan cenderung sengsara.
Bona Paputungan dikenal sebagai seorang penyanyi yang popular melalui single lagu “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” pada tahun 2011. Sejak saat itu Bona Paputungan memilih jalan hidup untuk menjadi seniman anti korupsi dan memilih gerakan HMS sebagai wadah perjuangan. Bona menganggap Gerakan HMS merupakan satu-satunya organisasi yang konsisten dan tidak pernah terbeli dalam mengawal kasus tindak pidana korupsi di Indonesia.
Anggota group THE H.M.S yang terakhir adalah Digo Dz. dia merupakan seorang seniman balada lintas generasi yang pernah bergabung sebagai gitaris pengiring penyanyi Iwan Fals. Seiring berjalannya waktu, naluri perjuangan dan perlawanan atas penindasan rakyat yang dimilki seorang Digo Dz terus membara karena melihat kondisi rakyat Indonesia dalam keterpurukan dan kesengsaraan, oleh karena itu Digo memutuskan untuk kembali berjuang menggunakan gitar sebagai senjata untuk melawan para koruptor penghisap darah masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence