Suara.com - Penyanyi yang melejit lewat single Andai Ku Jadi Gayus Tambunan, Bona Paputungan, mengukuhkan eksistensinya di blantika musik. Gregetan dengan aksi pejabat hitam yang doyan makan uang rakyat, mantan napi ini merilis album Koruptor Koruptor Kakap.
"Saya sering ditawari label untuk menyanyikan lagu tema cinta. Tapi saya konsisten karena terlahir sebagai penyanyi kritik sosial," kata Bona ditemui di peluncuran album terbarunya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2014).
Bona mengatakan, dia berusaha istiqomah berada di jalur musik yang kini ditekuni. Urusan rejeki, kata dia, itu urusan belakangan.
"Saya nggak peduli album ini diterima atau tidak oleh masyarakat. Saya mencoba konsisten," katanya lagi.
Namun, Lelaki yang merilis single Mafia Pajak di tahun 2011 lalu bersama trio Big Fish itu tak mau menolak rejeki jika suatu saat di bakal mencoba peruntungan sebagai penyanyi melankolis.
"Tidak menutup kemungkinan suatu saat saya bakal menyanyikan lagu cinta. Tapi saya berusaha konsisten," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan