Suara.com - OMRON Corporation meluncurkan perangkat kontrol otomatisasi pabrik, yang terdiri atas 952 komponen terpisah dalam 20 kategori. Perangkat tersebut didesain dalam platform yang seragam untuk membantu sektor industri meningkatkan proses produksi secara konsisten dan memberikan kontribusi terhadap panel kontrol yang ukurannya lebih kecil dan inovatif.
“Industri manufaktur menghadapi tekanan besar akhir-akhir ini karena globalisasi pasar dan mereka sedang mencoba memproduksi lebih banyak diversifikasi produk akhir dengan mengembangkan peralatan mereka, sebagai contoh, memasang lebih banyak perangkat di panel kontrol,” kata Budi Sutanto, Managing Director, PT OMRON Electronics dalam keterangan resminya, Selasa (3/5/2016).
Sementara itu, dia menambahkan, varian komponen otomatisasi pabrik telah didesain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Mengusung inovasi terkini dalam evolusi panel kontrol, perangkat kontrol otomatisasi baru untuk pabrik produksi OMRON ini berdasarkan pada platform yang seragam terkait ukuran dan koneksi (wiring).
Sebelumnya, komponen-komponen terdiri dari berbagai ukuran sehingga memakan tempat di panel kontrol. Ukurannya telah diseragamkan sehingga mampu menghemat tempat hingga 50% dan meningkatkan fungsionalitas dan nilainya.
Inovasi baru lainnya dalam bidang komponen adalah penggunaan teknologi Push-In Plus Terminal Block dari OMRON. Teknologi ini mengurangi kebutuhan waktu pengerjaan koneksi wiring sekaligus penyerapan panas yang lebih baik serta keandalan komponen yang lebih tinggi.
Pada saat bersamaan, mendesain panel kontrol dapat dipercepat dengan Omron Panel Assist Web, sebuah portal yang dilengkapi dengan perangkat yang dapat disesuaikan dan informasti tentang lebih dari 6.000 model panel kontrol yang dapat diunduh dengan mudah.
Inovasi-inovasi ini mempersingkat waktu yang diperlukan untuk mendesain panel kontrol sekaligus meningkatkan produksi hingga 60%. Terobosan ini sangat bermanfaat ketika sebuah pabrik berada dalam situasi di mana biaya tenaga kerja sangat tinggi atau jumlah karyawan yang belum memadai.
Untuk mendukung ekspor panel kontrol, perusahaan ini telah membangun jaringan distribusi global di 35 negara. Seluruh perangkat telah memperoleh sertifikasi, termasuk sertifikasi UL, CE dan CSA.
Tag
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Presiden Prabowo Keliru Klaim Indonesia Baru Akan Punya Motor Listrik Nasional
-
BRI Taipei Optimalkan Layanan Perbankan Bagi Pekerja Migran dan Diaspora
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Kraton
-
BRI Taipei Gandeng KDEI Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Ulasan Cek Khodam: Saat Tren Viral Berubah Jadi Komedi Horor yang Segar!
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Monitor Lenovo Yoga Pro 27UD-10 Hadir, Satukan Kamera 4K, Audio Studio, dan QD-OLED dalam Satu Layar
-
BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
-
Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!