Data dari Global Enterpreneurship Monitor (GEM) mencatat, pada 2013 jumlah penduduk Indonesia usia 18-64 tahun yang berniat memulai usaha mencapai 35 persen, jauh lebih tinggi dari Malaysia yang hanya 12 persen dan Thailand yang mencapai 18,5 persen.
Walaupun demikan, ternyata jumlah pengusaha di Indonesia masih kalah dengan negara-negara tetangga. Singapura mencapai 7 persen dari jumlah penduduk, Malaysia sebanyak 5 persen, dan Thailand sebanyak 4 persen. Sementara Amerika Serikat dan Jepang, sebagai negara maju, memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari jumlah penduduk. Oleh karena itu, tahun ini pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan hingga 2 persen untuk jumlah pengusaha di Indonesia.
Peningkatan jumlah entrepreneur pun jadi mendesak, mengingat 2016 ini Masyarakat Ekonomi ASEAN, ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area), dan APEC (Asia-Pacific Economic Coorperation) dimulai. Betapa pun yang dikedepankan adalah “kerja sama” dan “masyarakat”, fenomena ini menegaskan persaingan di pasar bebas dunia.
“Kewirausahaan merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi negara. Untuk memenuhi kebutuhan akan kewirausahaan ini, dibutuhkan pemberdayaan yang mapan terhadap generasi muda Indonesia,” ujar Rektor Sampoerna University, Wahdi Salasi April Yudhi dalam siaran pers, Sabtu (18/6/2016).
Kebutuhan akan jumlah entrepreneur yang mendesak ini, membuat Sampoerna University menghadirkan pendidikan bisnis guna menciptakan generasi muda dengan jiwa entrepreneur yang tinggi. Sampoerna University menanamkan perspektif global kepada mahasiswa sejak awal perkuliahan. Para mahasiswa mendapat kesempatan yang sama untuk bisa melanjutkan kuliahnya di Indonesia namun mendapatkan sertifikasi internasional, ataupun melanjutkan satu-dua semester di jurusan bisnis universitas - universitas terbaik di Amerika Serikat.
Standar kualitas internasional yang diterapkan Sampoerna University mendapat akreditasi dari Southern Association of Colleges & Schools (SACS), sebuah lembaga akreditasi internasional untuk pendidikan tinggi yang melakukan penilaian berdasarkan fasilitas, kurikulum dan pengajar secara keseluruhan.
Sampoerna University juga membekali mahasiswa dengan kompetensi dan perspektif global dalam pengembangan bisnis. Hal ini sebagai wujud nyata dari Sampoerna University untuk memberikan perubahan positif di bidang perekonomian untuk Indonesia melalui pendidikan.
“Dipadu semangat dan optimisme, pendidikan bisnis berstandar internasional ini tak hanya bisa menjawab tuntutan kebutuhan peningkatan jumlah entrepreneur, tetapi juga mencetak pemimpin-pemimpin yang bisa membawa perekonomian Indonesia berjaya tak hanya di nusantara, tetapi juga di berbagai negara,” jelas Wahdi.
Peluang Bonus Demografi
Selain itu menurut Wahdi, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menumbuhkan jumlah kewirausahaan dengan memanfaatkan bonus demografi pada 2020-2030, dimana lebih dari 2/3 populasi penduduk berada di dalam usia produktif (15-65 tahun).
“Bonus demografi ini harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan menumbuhkan jumlah para pelaku kewirausahaan. Pendidikan akan kewirausahaan baik formal dan non formal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan para entrepreneur yang handal,” tutup Wahdi.
Berita Terkait
-
30 Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2026 Gratis, Tinggal Pasang Foto
-
Khai Ingin Jadi Idol Kpop, Zayn Malik Ngaku Dilema
-
Imigrasi Jakarta Selatan Tangkap DJ China dan Penari Thailand di Tempat Hiburan Malam
-
Motor Jarang Digunakan Tetap Harus Servis Rutin, Ini Alasannya!
-
Khidmat Ibadah Malam Imlek di Vihara Boen San Bio Tangerang
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence