Suara.com - Para penggemar pemantik Zippo di Indonesia yang tergabung dalam komunitas Zigath (Zippo Club Indonesia) akan menggelar Gathering Nasional 3, di Hotel Paradise Batu, Jalan Diponegoro No. 6 Batu, 24-25 Maret mendatang.
Bersamaan dengan acara tersebut, Zigath meluncurkan Zippo custom Arema yang akan diserahkan pada klub sepak bola Arema Malang, dan Zippo bergambar Topeng Malangan, yang akan diberikan kepada Padepokan Panji Asmoro Bangun, Kabupaten Malang.
Adapun dua desain Zippo yang akan diserahkan kepada Arema, satu bergambar logo resmi klub Arema dan satu lagi bergambar kepala singa dengan tulisan "Arema" di sampingnya.
Zippo tersebut merupakan tanda persahabatan dan penghormatan (tribute) Zigath kepada klub sepak bola Arema yang menjadi kebanggaan arek-arek Malang (Aremania), serta penghormatan kepada pelestari Topeng Malangan.
"Zippo ini merupakan penghormatan kami kepada klub sepak bola Arema dan pelestari Topeng Malangan," kata Ketua Umum Zigath, Hosia Singgih.
Dikemas dalam displai artistik, Zippo Arema dan Topeng Malangan yang masing-masing hanya diproduksi dua buah ini tidak diperjualbelikan.
"Zippo custom Arema dan Topeng Malangan berbahan white matte ini diproduksi dengan teknik imprint," jelas Ketua Panitia Zigath Gathering 3 Malang, Topo Ngudi Utomo.
Selain itu, Zigath juga meluncurkan Zippo Reog limited edition. Zippo yang hanya diproduksi 100 buah ini merupakan bagian dari merchandhise Zigath Gathering 3 Malang yang bisa dikoleksi oleh para penggemar Zippo.
Zippo Reog berbahan dasar black ebony ini dihadirkan dengan emblem yang terbuat dari perpaduan bahan kulit kerbau dan kayu pinus.
Di tangan seniman pengrajin wayang kulit, Soemarno, emblem berwujud burung merak dan kepala macan ini dipahat, diukir, dilukis dan dihadirkan dalam komposisi warna bercorak ekspresif khas reog: hijau, biru, kuning, merah, dan oranye.
Zippo Reog dikemas secara eksklusif dalam boks yang terbuat dari bahan hard paper carton berwarna hitam dengan bantalan busa berlapis kain satin merah.
Reog merupakan kesenian rakyat dari Ponorogo, Jawa Timur. Identik dengan atraksi sang pembarong dalam mengangkat dadak merak yang berwujud kepala macan dan burung merak menggunakan kekuatan gigi sepanjang pertunjukan, reog dipentaskan dalam iringan alat musik tradisional seperti kempul, kenong/kethuk, angklung, ketipung, serta selompret.
Dalam gathering yang digelar setiap tahun, Zigath selalu meluncurkan Zippo custom dengan karakter khas Indonesia.
Pada Zigath Gathering I (2016) yang digelar di Ungaran, Jawa Tengah, Zigath meluncurkan Zippo merchandise bertema "Candi Borobudur" dan Zigath Gathering II (2017) di Depok, Jawa Barat diluncurkan Zippo merchandise bertema "Komodo" yang diproduksi dengan teknik airbrush.
Sebagai sebuah komunitas yang mempersatukan penggemar Zippo di seluruh Indonesia, Zigath berkomitmen untuk selalu mengangkat dan mengampanyekan kekayaan seni budaya, keanekaragaman flora-fauna, destinasi-destinasi indah Nusantara, cita-cita dan semangat perjuangan, serta keberagaman Indonesia.
Zigath mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika. Persinggungan yang dilatarbelakangi suku, agama, ras dan antar golongan diharamkan di komunitas ini. Zigath juga telah dicatatkan di Kementerian Hukum dan HAM.
Sebelum berganti nama menjadi Zigath pada 19-20 September 2015, komunitas penggemar Zippo di Indonesia dikenal dengan nama ID-Zippo. Di Indonesia, komunitas ini dideklarasikan pertama kali pada 11 Februari 2011.
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga