Suara.com - Menurut data yang dimiliki WHO pada 2010 lalu, terdapat 285 juta orang di seluruh dunia yang menderita gangguan penglihatan seperti kebutaan dan penglihatan yang berkurang.
Dari data tersebut, 19 juta diantaranya adalah anak-anak berusia 0 sampai 14 tahun.
"Gangguan penglihatan seperti kebutaan, dapat mengurangi kualitas hidup seseorang dan keterbatasan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang," kata CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro dalam acara Menyambut Hari Penglihatan Sedunia di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta, Kamis, (13/9/2018).
Untuk itu, Standard Chartered Bank Indonesia menyelenggarakan program bertajuk "Seeing Is Believing" atau SiB.
Melalui program SiB ini, 16 jajaran direksi Standard Chartered Bank Indonesia mencoba terjun langsung untuk memeriksa dan memberikan akses kesehatan mata bagi 20 anak disabilitas (Celebral Palsy) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.
"Memasuki tahun penyelenggaraan program Seeing is Believing ke-15, kami berbagi momen kebahagiaan ini dengan terjun langsung memeriksa kesehatan mata bagi adik-adik di YPAC Jakarta sekaligus memberikan akses penanganannya bagi yang membutuhkan. Ini menjadi bagian dari aksi nyata manajemen yang menggaris bawahi kepedulian kami terhadap upaya pencegahan kebutaan,”
Diluncurkan sejak 2003 lalu, SiB merupakan program keberlanjutan di bidang kesehatan untuk membantu menurunkan angka kebutaan yang dapat dicegah dan telah menjangkau 1.302 anak yang memiliki masalah penglihatan mata berkurang (low vision service).
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan