Suara.com - Pemain biola internasional keturunan Indonesia, Iskandar Widjaja sukses menggelar konser di Indonesia pada 15 November lalu di Soehanna Hall, Jakaerta. Dalam konser bertajuk "Heritaget Concert Series: 1001 Lights" itu, Iskandar menyuguhkan nuansa Timur Tengah.
Nuansa Timur Tengah sepertinya sengaja diusung Iskandar Widjaja karena ia memang keturunan Arab, selain juga ada darah China dan Belanda. Penampilannya begitu apik juga karena didukung oleh pianis Christine Utomo.
Iskandar Widjaja merupakan salah satu musisi muda yang namanya tengah bersinar di panggung musik klasik internasional. Dia mengalirkan darah seni dari kakeknya Udin Widjaja, seorang musisi ternama di era Presiden RI Soekarno.
Iskandar Widjaja sudah meraih sederet prestasi seperti medali emas di 1st International Hindenmith Violin Competition serta Best Bach dan Best Beetoven Sonata di 21st Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini.
Prestasinya yang gemilang telah mengantarkan Iskandar Widjaja ke panggung pertunjukan di seluruh dunia. Sebelum tampil di Jakarta, ia baru saja menggelar konser bersama Fazil Say di Bohemian National Hall New York, Amerika Serikat awal November ini. Bulan sebelumnya, Iskandar telah lebih dulu menyajikan “Bach and Zen” di Soho House Berlin, Jerman.
Di Soehanna Hall, Iskandar Widjaja memulai pertunjukan dengan mengajak penonton berkonsentrasi lewat meditation ceremony. Selanjutnya audiens disuguhi permainan biola dan piano yang mengagumkan selama sekitar dua jam.
Iskandar Widjaja dan Christine Utomo menyajikan mahakarya dari beberapa komponis dunia. Pada tiga lagu terakhir, Iskandar juga menggunakan aransemen sendiri dalam lagu tersebut.
Konser ini sendiri merupakan adaptasi dari album terbaru Iskandar Widjaja berjudul "1001 Nights in the Harem". Di album ini, Iskandar menggabungkan budaya Timur Tengah dengan budaya Barat. Ia seperti bertutur tentang kisah-kisah kuno dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab, Yunani, India, Israel, Persia dan Turki yang terangkum dalam kisah 1001 Nights.
"Konser 1001 Lights pada dasarnya adalah esensi dan bagian dari musik yang saya mainkan. Saya memiliki latar belakang etnis campuran dengan pengaruh budaya Arab oriental dan ketika mengekspresikannya dalam bermusik saya merasa seperti di rumah sendiri," kata Iskandar, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.
Baca Juga: Diramaikan Calvin Harris, Daftar Penampil DWP 2019 Akan Terus Bertambah
Pada bagian pertama, Iskandar Widjaja bermain biola solo pada lagu Fuga From Sonata in C major Solo Violin, BWV 1005 (J. S. Bach). Di lagu berikutnya, giliran Christine Utomo menyajikan piano solo dalam Black Earth, Op. 8 (Fazil Say). Selanjutnya Iskandar dan Christine berkolaborasi membawakan Sonata for Violin and Piano, Op.7 (Fazil Say) dan Andantino from 1001 Nights in the Harem, Op. 25 (Fazil Say).
Di bagian kedua, Iskandar dan Christine menyajikan Mercy (Max Richter), November (Max Richter), Entire of Daylight (David Lang), On the Nature of Daylight (Max Richter), Spiegel im Spiegel (Arvo Pärt), Light Moving (David Lang), River Flows in You (Yiruma/Widjaja), Everything I Need (Skylar Grey/Widjaja) dan Arioso (J.S Bach/Widjaja).
Sebagai pianis, Christine Utomo juga telah mengukir nama di kancah internasional. Dia pernah tampil dalam pertunjukan berkelas seperti International Holland Music sessions, Wintergreen Music Festivals, Aspen Music Festivals dan Casalmaggiore Music Festival. Dia pernah berkolaborasi dengan musisi internasional seperti Noorman Widjaja, Przemyslaw Fiugajski, Gabriel Schwabe, Tina Guo, Paul Kwo dan Daron Hagon.
Sedangkan pertunjukannya di "Heritage Concert Series: 1001 Lights" merupakan rancangan dari The Grand Signature Piano sebagai penyelenggara acara. The Grand Signature Piano yang merupakan dealer piano premium merek Fazioli, Bluthner, Estonia dan Irmler. Anak usaha dari Fagetti Group ini rutin menggelar konser musik klasik rata-rata dua kali dalam sebulan. Perusahaan ini juga menjadi penyelenggara kompetisi bertaraf internasional bernama Indonesia International Piano Competition (IIPC).
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Kekayaan Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Bukan Karena Kedekatan, DPRD Bogor Puji Keberanian Bupati Gelar Seleksi Terbuka Jabatan ASN
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
-
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng Program MBG di Ciputat Positif Sabu dan Ekstasi
-
Pelajaran Kepemimpinan Perempuan dari Angela Tanoesoedibjo: Hadir, Mendengar, dan Bertumbuh Bersama
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis