Suara.com - Paragon Inisiasi Program Penggerak Kebaikan Hadapi Covid-19
Ramadan kali ini membuat umat Muslim Indonesia menjalankan ibadah puasa dengan suasana yang berbeda. Meski demikian, semangat beribadah meski di rumah aja, tidak harus mengurangi niat umat Muslim untuk terus berbuat kebaikan.
Begitu pula yang coba dilakukan oleh PT Paragon Technology and Innovation atau Paragon. Bersama Tokopedia dan Human Initiative, perusahaan tersebut menginisiasi program bertajuk #PenggerakKebaikan selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini menindaklanjuti program bantuan alat kesehatan kepada sejumlah rumah sakit yang sudah dilakukan sejak awal Maret kemarin.
Paragon telah menyalurkan bantuan senilai Rp. 40 miliar dan mendistribusikan bantuan alat kesehatan dan alat pelindung diri ke 130 rumah sakit yang tersebar di beberapa propinsi di Indonesia untuk penanggulangan Covid-19.
"Kami berkeinginan untuk mengajak semua pihak untuk mengambil bagian dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia. Kebaikan sejati tidak cukup dilakukan satu kali saja. Kebaikan adalah sebuah proses yang dilakukan secara kontinyu sepanjang hidup," ujar Salman Subakat, CEO PT Paragon Technology and Innovation melalui siaran pers yang diterima Suara.com.
Bantuan bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19, sebut Salman, menjadi penting bagi perusahaannya.
Di DKI Jakarta saja, dibutuhkan setidaknya 1.000 APD setiap hari. Ketersediaan APD seperti baju hazmat menjadi penting agar semua pasien dapat ditangani sekaligus memastikan keamanan dan kesehatan tenaga medis.
"Kami optimistis semangat kebaikan yang Paragon gagas lewat #PenggerakKebaikan kian berdampak positif secara masif. Utamanya pada keberlangsungan hidup masyarakat yang paling terdampak di tengah pandemi ini," papar Salman menutup keterangan pers nya.
Baca Juga: Kemenparekraf akan Perkenalkan 5 Warisan Budaya pada Pecinta Perjalanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan