Suara.com - Dampak Pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor, termasuk jasa transportasi online. Beberapa bulan terakhir seiring dengan pelonggaran PSBB, jasa transportasi online mulai menggeliat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Prima Protect+, salah satu unit bisnis OT Group yang memproduksi produk-produk sanitasi dan kebersihan, mendukung kampanye New Normal Safer Trip yang bekerja sama dengan Grab Indonesia di daerah Jawa Barat.
Bertempat di Kantor Grab Indonesia cabang Jawa Barat yang berlokasi di Paskal Hyper Square, Bandung, sejumlah mitra pengemudi Grab mengikuti sosialisasi dan pelatihan penerapan protokol kesehatan dalam rangka kampanye “New Normal Safer Trip”.
Kampanye yang didukung oleh Prima Protect+ ini berlangsung dari bulan Desember 2020 sampai dengan Februari 2021 mendatang. Grand launching kampanyenya sendiri telah dilakukan pada tanggal 17 Desember 2020, juga di Kota Bandung.
"Hari ini tim Prima Protect+ meresmikan dan memberikan materi pelatihan untuk mitra pengemudi Grab mengenai penerapan protokol kesehatan pada saat mereka berkendara, khususnya ketika bersama dengan penumpang," jelas Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, melalui keterangan tertulis yang Suara.com terima.
Mitra pengemudi diminta untuk terlebih dahulu menyemprot kursi di dalam mobilnya dengan Prima All Surface Disinfectant lalu membersihkan tangan dengan Prima Protect+ Hand Sanitizer Gel. Selain itu, pengemudi dan penumpang juga wajib menggunakan masker.
Dengan menerapkan protokol kesehatan ini, diharapkan setiap perjalanan menggunakan armada Grab minim resiko penularan Covid-19 sehingga perputaran roda ekonomi tetap berjalan.
"Grab telah dan terus melakukan berbagai upaya untuk melayani pelanggan dengan aman, sekaligus memastikan kesehatan mitra pengemudi. Kami senang dapat bekerja sama dengan Prima Protect+ untuk memastikan higienitas armada GrabCar dan GrabBike agar dapat melayani pelanggan dengan aman, sehingga roda perekonomian terus dapat berputar," jelas Richard Aditya, Director of West Indonesia, Grab Indonesia.
Selama pandemi, kata dia Grab telah menginisiasi lebih dari 50 program untuk membantu masyarakat, mitra dan UMKM untuk beradaptasi di era new normal, agar mereka dapat #TerusUsaha melalui teknologi Grab yang inklusif, aman dan terpercaya.
Baca Juga: Langgar Protokol Kesehatan, 12 Tempat Usaha di Jogja Kena SP II
Selain memberikan produk sanitasi dan masker kepada puluhan mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar, Prima Protect+ juga menyumbangkan separator untuk meminimalisir penularan C--19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan