Di klinik DRYD, dokter Yusri memilih melakukan pendekatan dengan metode hubungan komunikasi dua arah yang tidak dingin dan tidak mengalienasi. Seorang dokter, menurutnya, harus menjadi pendengar baik untuk semua pasiennya, bukan menjadi individu yang didengarkan.
"Toh, pasien mendatangi seorang dokter dengan setumpuk isu dan persoalan yang harus diselesaikan. Jika seorang dokter cenderung mendikte, menyetirnya sesuai dengan prinsip pribadi tanpa menelaah dan mencoba memecahkan permasalahan dari akarnya, yang terjadi justru kebalikannya: Masalah kesehatan tidak terselesaikan dengan baik," bebernya.
Kenyamanan adalah satu kata kunci yang mendasari metode pendekatan yang diterapkan DRYD. Karenanya, pasien harus dibuat senyaman mungkin ketika berkonsultasi.
"Dokternya sendiri juga sebaiknya senyaman mungkin dalam menganalisa kondisi yang dihadirkan. Dalam hal menganalisa kondisi nyata atau kasus yang dihadapi, setiap persoalan kesehatan kulit yang dibawa oleh pasien ke klinik pasti memiliki satu akar pencetus yang jika tidak ditangani terlebih dahulu tidak akan membuahkan hasil maksimal," sambungnya.
Jadi apa yang dilakukan oleh DRYD? Ia mengajak pasien berbicara panjang lebar tentang permasalahan kecantikan, baik itu wajah maupun tubuh yang dihadapinya. DRYD mengambil peran sebagai pendengar aktif yang interaktif.
"Jika si A datang dengan keluhan ingin punya kulit putih atau ingin kurus, maka akan mengincar subjek yang mungkin ada di balik keluhan tersebut. Apakah keluhan itu murni karena ketidaknyamanan subjektif? Atau apakah ada rasa kurang percaya diri yang menjadi alasan meminta bantuan? Ini penting karena, yang pertama berarti memang pasien terkait paham apa yang dipermasalahkan olehnya, sementara yang kedua berarti dia memiliki tekanan batin yang cukup serius," beber Yusri.
Jika tekanan ini diabaikan, sambung Yusri, segala macam obat dan treatment tidak akan cukup untuk menuntaskan keluhan. Mudahnya, dengan mengajak si pasien berbincang dengan santai dan nyaman perkara keluhan 'sebenarnya' yang dialami, ia bisa menarget titik-titik yang sekiranya penting untuk ditangani terlebih dahulu sebelum beranjak mengulik persoalan tersebut dari sisi medis.
Pola obrolannya pun alami karena seperti yang sudah diungkapkan tadi, DRYD mengaku merangkul semua pasiennya sebagai teman. Jadi momen bincang-bincang yang terbentuk terasa mengalir. Pengondisian ini yang DRYD harapkan bisa membantu dirinya dalam meng-akses kondisi sebelum mengambil tindakan.
Contoh lain untuk pola keakraban DRYD adalah program Wellness Trip, sebuah acara jalan-jalan yang melibatkan pasien.
Baca Juga: Sering Pakai Sheet Mask, Waspadai 4 Masalah Kulit Ini
"Peserta akan diberangkatkan ke luar kota dan diinapkan di satu villa yang sudah ditentukan untuk kemudian ambil bagian dalam rangkaian aktivitas yang berkenaan dengan kesehatan holistik," jelasnya.
Akan tetapi, pada program ini, DRYD tidak ikut terlibat langsung dengan kegiatan luar kota tersebut melainkan berperan sebagai konsultan saja. Di program lain, Short Escape, DRYD berada di tengah-tengah peserta dan terlibat dalam serangkain kegiatan sepanjang hari yang diadakan di dalam kota.
Semua kegiatan outdoor, kegiatan ini diselenggarakan tentunya sambil tetap mempertimbangkan protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.
Berdasarkan metode pendekatan seperti ini, Klinik DRYD tidak hanya sebagai aesthetic clinic namun juga sebagai wellness clinic. Keindahan visual kulit itu merupakan bonus; target besarnya adalah membantu pasien dalam menemukan ketenangan diri dan berujung kepada perasaan bahagia.
Saat ini DRYD sedang menjalani program Fellowship in Anti-aging Metabolic Medicine di Amerika Serikat. Program inilah yang kemudian mengubah konsep pendekatan terhadap kasus tertentu yang dijalankan menjadi lebih holistik dan komprehensif, karena kali ini pola observasi DRYD tidak semata-mata dititikberatkan kepada kondisi medis kulit pasien, melainkan juga dilihat dari perspektif gizi dan nutrisi.
Dengan bekal ilmu dari program ini, DRYD bisa meneliti keluhan sampai ke bagian pola makannya, apa saja yang dikonsumsi, ketepatan jenis nutrisi, dan aspek-aspek lain yang mempengaruhi kondisi kulit seseorang secara khusus dan kondisi kesehatannya terkait secara umum. Ini juga yang menjadi dasar bagi DRYD untuk menerima konsultasi program diet bagi individu-individu yang kiranya memerlukan bimbingan terkait mengalahkan berat badan.
Guna memaksimalkan kenyamanan pasien, DRYD membuat program Sunday Chit-chat via aplikasi Zoom. Acara mengobrol ini membahas berbagai topik hot terutama soal diet, tips dan trik diet yang benar, konsultasi persoalan kesehatan kulit, dan lain-lain.
Tak sampai di sini, DRYD rupanya tengah mempersiapkan kejutan untuk para pasien di kliniknya. Tapi, kejutan itu hingga kini masih dirahasiakan."Tunggu saja tanggal mainnya", katanya.
Sementara soal musik, DRYD mengaku tengah menggodok sebuah proyek musik berupa single yang rencananya rilis tak lama lagi.
Penasaran dengan apa yang DRYD persiapkan untuk Teman semua? Kita tunggu saja ya, sambil terus mengikuti update dari DRYD melalui akun media sosial-nya. Yuk, kepoin akun sosial medianya (Instagram: @dryusridinuth; @klinikdryd).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal