Suara.com - Menurut laporan Mckinsey & Company, selama pandemi Covid-19, binis fashion secara globar mengalami penurunan keuntungan hingga 93 persen. Namun yang terjadi pada brand asesoris Panlandwoo justru sebaliknya.
Panlandwoo, brand lokal asal Bali ini mengaku mengalami peningkatan penjualan selama pandemi ini. Apa rahasianya?
"Semenjak pandemi Covid-19, kami terus mengalami kenaikan penjualan," tutur Michael Putra, selaku pemilik brand Panlandwoo.
Michael mengakui, akibat pandemi kebiasaan orang untuk mengunjungi pasar atau mall sudah berubah. Orang kini lebih senang untuk berbelanja online.
Dengan fakta ini, Panlandwoo kemudian memilih untuk memperkuat bagian digital marketing.
"Zaman sudah berubah. Pelan-pelan tapi pasti, teknologi akan semakin terintegrasi ke dalam segala aspek kehidupan, termasuk kegiatan berbelanja. Iklan pada televisi, majalah, dan papan reklame pun pelan-pelan mulai digantikan dengan iklan pada media sosial," kata Michael.
"Kami di Panlandwoo sudah menyadari pentingnya digital marketing sejak awal berdiri di tahun 2018, dan kami selalu berfokus di sana," katanya menambahkan.
Langkah itu terbukti cukup bagus dari sisi pemasaran dan branding perusahaan. Pemilihan strategi yang tepat membuat akun Instagram Panlandwoo berhasil mendapatkan lebih dari 800 ribu followers dalam waktu kurang dari tiga tahun. Demikian halnya dengan akun Shopee Panlandwoo yang mendapatkan lebih dari 500 ribu follower dalam waktu yang sama.
"Kami juga selalu mementingkan kepuasan dan pengalaman berbelanja pelanggan-pelanggan kami. Oleh karena itu, Panlandwoo memberikan garansi uang kembali jika produk yang diterima tidak sesuai dengan ekspektasi pembeli," tutur Michael.
Baca Juga: Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Enam Juta Dosis, Menkes: Prioritaskan Lansia
"Visi dari Panlandwoo adalah menjadi brand aksesori wanita nomor satu di Indonesia. Kami ingin agar Panlandwoo dapat menjadi solusi bagi seluruh wanita Indonesia yang menginginkan aksesori elegan dan berkualitas dengan harga terjangkau," ucap Michael.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
-
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
-
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege
-
Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat