- Kegagalan produksi 8 juta unit kendaraan selama pandemi 2020 hingga 2021 memicu kelangkaan stok mobil di pasar global.
- Prioritas produsen terhadap model premium serta kenaikan harga mobil baru menyebabkan harga mobil bekas terus melonjak tinggi.
- Ketimpangan antara kenaikan harga kendaraan dan rendahnya pendapatan rumah tangga membuat konsumen kesulitan menjangkau pembelian mobil saat ini.
Suara.com - Pandemi Covid-19 sudah lama berlalu namun dampaknya masih mencekik sektor otomotif hingga saat ini. Salah satu fenomena yang meresahkan adalah harga mobil bekas yang tetap tinggi dan sangat sulit dijangkau oleh konsumen.
Laporan Carscoops menyebutkan ada sekitar 8 juta unit kendaraan yang gagal diproduksi selama masa lockdown pada 2020 hingga 2021. Hal ini menciptakan celah besar pada rantai pasokan yang memicu kelangkaan unit mobil bekas di pasar saat ini.
Kenaikan harga ini diperparah oleh kebijakan produsen yang lebih memprioritaskan model dengan keuntungan besar seperti SUV dan pick-up premium. Akibatnya harga rata-rata mobil baru melonjak dan secara otomatis menyeret naik harga mobil bekas di pasaran.
Meskipun penjualan mobil mulai pulih ke angka 16,2 juta unit pada 2025 namun angka tersebut masih berada di bawah pencapaian tahun 2016 yang menembus 17,55 juta unit. Kesenjangan ekonomi juga menjadi salah satu faktor krusial yang membuat situasi semakin sulit.
Senior Vice President JD Power Tyson Jominy memberikan gambaran nyata mengenai situasi ini pasa mobil saat ini.
"Harga kendaraan naik sekitar sepertiga tetapi gaji dan pendapatan tidak mengalami peningkatan yang sebanding," ungkapnya, Rabu (17/6/2026).
Kenyataan pahit ini membuat mobil baru hanya bisa dinikmati kalangan tertentu. Saat ini pembeli mobil baru di Amerika Serikat rata-rata memiliki pendapatan di atas Rp2,4 miliar per tahun.
Padahal rata-rata pendapatan rumah tangga di sana hanya berkisar Rp1,28 miliar per tahun. Minimnya insentif pembelian yang saat ini hanya berada di kisaran 6,5 hingga 7 persen juga membuat konsumen semakin tertekan.
Dengan kondisi stok yang belum pulih total dan daya beli yang tertinggal maka berharap harga mobil bekas turun akan sulit tercapai.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
Terkini
-
Mobil LMPV Matic Bekas yang Bandel, Mending Avanza atau Ertiga? Begini Menurut Mekanik
-
5 Mobil Hatchback Rekomendasi Pakar, Mulai 70 Jutaan Lengkap dengan Plus Minusnya
-
Merayakan Lombok bersama Maxi Tour Boemi Nusantara
-
Taktik Agresif Bocah Sleman Sukses Pecundangi Rider Eropa di Moto3 Junior, Penuh Drama Berdebar
-
Mobil Listrik Hasil Kerjasama Chery dan Huawei Terlihat Lakukan Uji Jalan di Indonesia
-
All New Agya Stylix Antar Amato Rudolph dan Farrel Rafellyno Borong Podium ITCR 1200
-
Tampang Sangar ala Africa Twin, tapi Wujud Matic: Intip Pesona Motor Honda Bergenre Adventure
-
Bocor Sebelum Waktunya, Inikah Penampakan 'Fortuner Baru' Berdesain Agresif SUV Masa Depan Toyota?
-
Sanksi Pajak Menanti Pabrikan Mobil Listrik BYD Dampak Pabrik Tak Kunjung Dibangun
-
Punya Bobot Ekstra? Ini 5 Pilihan Skutik Paling Nyaman Biar Tenaga Nggak Ngempos di Tanjakan