Press Release / pressrelease
M. Reza Sulaiman
Ilustrasi vitamin dan suplemen kesehatan. (Dok. Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat. Hal ini berimbas kepada meningkatnya penjualan produk dan alat kesehatan.

Vitamin dan suplemen contohnya, menjadi populer sebagai salah satu upaya mempertahankan daya tahan tubuh tetap optimis.

Peningkatan penjualan produk kesehatan ini diamini oleh Direktur PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), Yenfrino Gunadi. Ia mengatakan PYFA mengalami pertumbuhan penjualan produk alat kesehatan lebih dari 6 kali lipat.

“Dalam menghadapi tantangan bisnis di tengah pandemi Covid-19, PYFA mengambil langkah-langkah strategis untuk beradaptasi dengan menambah pasokan alat kesehatan serta vitamin dan suplemen membawa PYFA mencatatkan pertumbuhan yang signifikan," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Baca Juga: Boleh Enggak Sih Minum Obat dan Vitamin Berbarengan? Ternyata Ini Faktanya

Pada kuartal pertama tahun 2021, PYFA meluncurkan produk vitamin D3-1000 untuk memenuhi kebutuhan vitamin D3 di tengah meningkatnya permintaan vitamin D3 pada masa pandemi Covid-19.

Divisi alat kesehatan ini berkontribusi 23 persen terhadap total penjualan bersih PYFA. Adapun penjualan produk farmasi dan jasa maklon, yang menyumbang 77 persen terhadap total penjualan bersih PYFA, juga meningkat 20 persen yoy

"Maka dari itu kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia seraya terus mengeksplorasi dan menjalin kerjasama strategis dengan perusahaan yang terpercaya untuk menghadirkan alat kesehatan yang terdepan guna memajukan industri healthcare di Indonesia," tambahnya lagi.

PYFA mencatat penjualan selama kuartal pertama tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 49 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020. Selain itu, PYFA memperoleh laba bersih sebesar Rp 10,9 miliar selama kuartal pertama tahun 2021. Laba bersih ini naik 149 persen jika dibandingkan dengan laba bersih kuartal pertama tahun sebelumnya yaitu Rp 4,4 miliar. Rasio laba bersih terhadap total penjualan bersih juga meningkat dari 5,5 persen pada kuartal pertama 2020 menjadi 9,2 persen pada kuartal pertama 2021.

Dari segi biaya operasional, rasio biaya operasional terhadap penjualan bersih mengalami penurunan dari 55 persen pada kuartal pertama 2020 menjadi 36 persen pada kuartal pertama 2021. Peningkatan penjualan yang dikombinasikan dengan efisiensi biaya menghasilkan pertumbuhan EBITDA sebesar 226 persen yoy, dengan peningkatan rasio EBITDA terhadap penjualan bersih menjadi 23 persen dari 10 persen pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Hati-Hati, Diare Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin B12 Lho

Pada akhir kuartal pertama 2021, posisi kas PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) berada pada Rp 23,3 miliar dan total aset pada Rp 569,2 miliar. Sedangkan total liabilitas dan total ekuitas masing-masing berada pada Rp 404,1 miliar dan Rp 165,1 miliar.

Ke depannya PT Pyridam Farma. Tbk (PYFA) akan terus berinovasi dengan menjalin kerjasama strategis dengan berbagai industri untuk memajukan industri farmasi di Indonesia, serta menghadirkan produk-produk yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

Komentar