Suara.com - Jumlah penduduk Indonesia menduduki posisi keempat terbesar di dunia. Namun, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) hanya 8,5 persen yang berhasil lulus pendidikan tinggi. Padahal pendidikan menjadi kunci dalam adaptasi dan transformasi untuk masyarakat Indonesia dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
Danacita, platform pembiayaan pendidikan yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan pelatihan di Indonesia, memiliki misi membangun masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak muda se-Asia Tenggara. Platform ini telah berhasil memberikan bantuan pendanaan bagi ribuan pelajar yang kurang mampu secara finansial di lembaga pendidikan tinggi dan program kejuruan, dan telah mencatat pertumbuhan hingga 3 kali lipat di tahun 2020.
Telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2018, Danacita telah bekerja sama dengan lebih dari 100 kampus di seluruh Indonesia, di antaranya Yayasan Tarumanagara, President University, Universitas Islam Bandung, Institut Teknologi PLN, maupun School of Government and Public Policy (SGPP).
Dengan slogan “Solusi Cerdas Biaya Kuliah”, pembiayaan pendidikan Danacita yang berbasis teknologi membantu meringankan dan mempermudah proses pembayaran pendidikan sehingga pelajar Indonesia dapat meraih pendidikan terbaik.
“Saya menggunakan program cicilan dari Danacita untuk kursus di Purwadhika. Danacita direkomendasikan sebagai opsi pembayaran untuk kursus karena pengajuannya lancar, persyaratannya mudah, serta tanpa agunan. Selain itu, cara pembayarannya juga mudah yaitu menggunakan virtual account," ujar Irham Anshori, salah satu pengguna Danacita, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.
Selain Irham, tentu masih banyak anak muda lain yang mengalami kesulitan yang sama. Terlebih di masa pandemi ini, di mana banyak masyarakat Indonesia terdampak dalam hal ekonomi.
Putu Cindy Vania Ardelia, misalnya, mahasiswa di Universitas Presiden ini mengalami secara langsung dampak pandemi yang menimpa keluarganya.
“Karena pandemi ini, keuangan orangtua saya jadi terdampak. Kami sekeluarga khawatir bagaimana harus membayar iuran semester yang perlu dibayarkan. Namun beruntung pihak kampus merekomendasikan Danacita, sehingga saya bisa membayar iuran semester secara bertahap dan meringankan beban orang tua saya,” ucap Cindy.
Melihat fenomena semakin banyaknya generasi muda yang membutuhkan bantuan kemudahan dalam hal biaya pendidikan, maka untuk menunjukkan komitmen terus membangun masa depan generasi muda Indonesia maupun Asia Tenggara, melalui penyediaan pembiayaan pendidikan terjangkau, baru-baru ini Danacita mengangkat mantan Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM Republik Indonesia, Gita Wirjawan, sebagai advisor.
Baca Juga: Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna
“Sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati di bidang bisnis dan pendidikan, bergabungnya Bapak Gita Wirjawan sangat bernilai dalam mewujudkan misi Danacita untuk memperluas akses pendidikan dan pelatihan kepada seluruh anak bangsa. Terlebih beliau memiliki perspektif yang luas melintasi dunia pendidikan, bisnis, maupun kebijakan. Kami yakin sosok Bapak Gita Wirjawan dapat semakin menginspirasi para pelajar Indonesia akan pentingnya pendidikan tinggi bagi masa depan diri dan bangsa Indonesia,” ucap Ketty Lie, Co-Founder Danacita. “
Gita Wirjawan yang merupakan salah satu lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat, menilai bahwa pendidikan memegang peranan yang sangat penting sebagai pendorong Indonesia untuk menjadi negara maju. Melalui pendidikan tinggi, generasi muda dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang mampu berpikir rasional, kritis, dan inovatif.
“Saya sangat senang menjadi bagian dari Danacita. Harapannya saya bersama Danacita mampu mewujudkan dan membangun masa depan yang lebih baik lagi bagi generasi muda dengan meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.
Selain Gita Wirjawan, jajaran penasihat Danacita juga termasuk tokoh-tokoh ternama di dunia pendidikan lainnya seperti Prof. Roy Sembel, salah satu profesor dan mantan dekan di IPMI Business School.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya