Suara.com - Kompetisi Robotik Madrasah atau Madrasah Robotics Competition (MRC) merupakan program unggulan tahunan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, yang diperuntukkan bagi pendidikan madrasah pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah ALiyah (MA).
Program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015, di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, 2016 di Mall of Indonesia, Jakarta Utara, 2017 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) Serpong, Banten, 2018 di Depok Town Square, Depok Jawa Barat, 2019 di Grand City Mall Surabaya, dan 2020 di Universitas Islam Asy-Syafi’iyyah Jakarta.
Tahun 2021 merupakan tahun ke-7 kompetisi robotik madrasah. Memang tidak mudah menyelenggarakan kompetisi yang melibatkan ratusan peserta dengan tatap muka dalam kondisi pandemi seperti ini. Meskipun begitu, kreativitas dan inovasi siswa-siswi madrasah di bidang robotik tidak boleh berhenti.
Direktorat KSKK Madrasah berusaha mencari cara agar program ini tetap terlaksana di tahun ini, tentu dengan aturan dan protokol kesehatan yang ketat.
Kompetisi Robotik Madrasah 2021 diharapkan mampu mewujudkan generasi muda yang selalu mengikuti perkembangan teknologi terbaru, khususnya pada bidang robotika. Hal tersebut diutarakan oleh Arko Djajadi, Ketua Dewan Juri Madrasah Robotic Competition 2021 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD, Tangerang Selatan.
"Saya menyukai teknologi dan mendukung wadah ini. Adik-adik siswa MTS, MI, dan MA, memang seharusnya mereka belajar digital dari sekarang," kata Arko, Minggu, Tangsel,(17/10/2021).
Tema besar yang diusung dalam Kompetisi Robotik Madrasah tahun ini tidak jauh dari pandemi global Covid-19, yakni Roboots for Global Pandemic. Tema besar tersebut dibagi ke dalam empat isu, yaitu Robot for Health Care (Robot Peduli Kesehatan), yakni robot untuk mendukung layanan kesehatan, Robot for Social Care (Robot Peduli Sosial), yakni robot yang berfungsi mendukung dan media interaksi sosial yang terkendala di masa pandemi, Robot for Resilience (Robot untuk Ketahanan Hidup), yakni robot yang memiliki fungsi membantu manusia untuk ketahanan hidup manusia, dan Robot for Economy Recovery (Robot untuk Pemulihan Ekonomi), yakni robot yang membantu manusia untuk pemulihan ekonomi.
Berita Terkait
-
Peracik Minuman 'Robotik', Kreasi Unik Penjual Minuman Dingin
-
Presiden Jokowi Usul Fakultas Kedokteran Ada Mata Kuliah Tentang Robotik
-
Mengenal Manami Ito, Pemain Biola Bertangan Robotik dari Jepang
-
Percepat Testing Covid-19, DIY Tambah 2 PCR Robotik
-
Gegara Corona, Santri Asal Blitar Gagal ikuti Lomba Robotik di Singapura
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Daftar Tersangka dan Pihak yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan
-
Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol
-
Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti
-
iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang