Suara.com - Untuk terus memperkuat layanan dan industri logistik kepada pelanggan dan masyarakat Indonesia, PT Jaya Ekspress Transindo meresmikan logo dan merek baru yakni JDL Express Indonesia. Rebranding ini bertujuan untuk memperkuat posisi sebagai mitra logistik yang tepercaya dan mampu diandalkan di Indonesia melalui layanan holistik, baik untuk klien korporasi maupun pemilik bisnis online (online seller), atau #TemanOnlineSeller.
“Hari ini, dengan bangga perusahaan mengumumkan bahwa PT Jaya Ekspress Transindo memiliki identitas baru sebagai JDL Express Indonesia. Di bawah naungan JD.com dan didukung penuh oleh JD Logistics, JDL Express Indonesia akan mengembangkan layanan penyedia logistik dengan meningkatkan akses yang lebih luas dan pilihan layanan yang lebih lengkap bagi para pemilik bisnis online dan klien korporasi melalui layanan yang holistik.
Kami optimis langkah ini dapat menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis dan menumbuhkan industri penyedia logistik di Indonesia,” ujar Barry Lim, CEO PT Jaya Ekspress Transindo.
Seiring dengan peningkatan ekonomi, khususnya pada tahun 2021, Indonesia menunjukkan peningkatan dalam tren Logistic Performance Index (LPI), baik di tingkat global maupun ASEAN[1]. Industri logistik berkontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi.
Per akhir 2021 lalu, kontribusi sektor logistik, transportasi dan pergudangan termasuk kurir, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga akhir tahun 2021 adalah sebesar Rp676 triliun atau terkontraksi sebesar 2,03 persen (year-on-year)[2].
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Triwulan III-2021, kontribusi sektor tersebut pada tahun 2022 diprediksi sebesar Rp699,1 triliun atau tumbuh sebesar 1,08 persen (year-on-year).
Dengan misi yang sama sejak tahun 2015, yakni menjadi penyedia logistik tepercaya dan mampu diandalkan di Indonesia, selama enam tahun ke belakang PT Jaya Ekspress Transindo menjalankan bisnisnya dengan nama J-Express atau JX Indonesia.
Di dalam tahun perjalanannya, perusahaan telah banyak melakukan perbaikan, perubahan hingga pencapaian layanan yang mempengaruhi pertumbuhan perusahaan ke arah yang positif.
Leonard Pontoh, Chief Financial Officer PT Jaya Ekspress Transindo menambahkan, “Kami menyadari pentingnya konsistensi sebagai mitra logistik yang kredibel, aman, dan dipercaya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, JDL Express Indonesia akan memperluas akses bagi pelanggan korporasi dan pemilik bisnis online atas berbagai pilihan, layanan, produk, dan keahlian di bidang penyedia logistik. Rebranding ini juga menjadi bentuk komitmen kami untuk terus melayani masyarakat Indonesia atas kebutuhan logistik mereka yang terus meningkat setiap tahunnya.”
Baca Juga: Kasus Kapal Karam Bawa PMI di Asahan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Tonggak baru perusahaan ini sekaligus untuk memperkuat citra PT Jaya Ekspress Transindo sebagai perusahaan logistik lokal yang kini mengglobal, menjaga pertumbuhan dan memenangkan persaingan bisnis di industrinya, serta mengenalkan kembali layanan yang disediakan oleh JDL Express Indonesia yang meliputi layanan pengiriman reguler, pengiriman dengan metode pembayaran di tempat (Cash on Delivery), metode pembayaran dengan menggunakan kartu di tempat (Card Swipe on Delivery), tailor-made, fulfillment, kargo, last mile, dan cross border last mile.
Seluruh layanan yang ditawarkan JDL Express Indonesia didukung penuh oleh sistem pengiriman yang menggunakan standar rekomendasi dari JD Logistics. Saat ini JDL Express Indonesia telah memiliki ketersediaan 8 gudang, lebih 250 titik drop point dan lebih dari 3.000 kurir yang siap mengantar paket ke pelanggan di seluruh Indonesia.
“Lewat transformasi ini, JDL Express Indonesia semakin terbuka dan siap untuk menjadi partner logistik tepercaya yang dapat diandalkan dengan layanan holistik untuk klien korporasi dan pemilik bisnis daring (online seller), atau #TemanOnlineSeller,” pungkas Barry Lim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan