Suara.com - Bisnis di dunia pernikahan kembali bergairah setelah pandemi Covid-19 perlahan berakhir. Diizinkannya menggelar acara pernikahan, meski masih tetap dengan prokes, telah mengembalikkan semangat para pelaku bisnisnya.
Salah satunyanya adalah brand Yunbridal milik Yunica Chandra. Yunica mengakui, memasuki 2022, bisnis di dunia pernikahan bangkit secara perlahan. Meski memang belum normal seperti sebelum pandemi.
Setelah dua tahun lebih bisnis pernikahan mati suri, di tahun ini kembali bangkit dengan munculnya beberapa hal baru. Salah satunya adalah soal gaun pernikahan, di mana kini tengah tren gaun pengantin dengan gaya Korea.
"Ya ini tidak terlepas dengan demam korea, baik drakor maupun K-Pop," kata Yunica Chandra kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.
Menariknya, untuk gaun pengantin, Yunica yang membangun Yunbridal sejak 2019 ini memilih untuk membuat gaun sendiri. Padahal brand lain lebih senang mengimpor gaun pengantin yang umumnya dari Cina dan Taiwan.
Rupanya, dengan bisnisnya ini, Yunica Chandra ingin memajukan industri fashion Indonesia dan menyerap lebih banyak tenaga kerja dalam negeri.
"Saya merasa harus melakukan sesuatu untuk Indonesia. Mungkin saya tidak bisa melakukan hal besar, tapi dengan satu langkah kecil. Saya optimistis dapat berkontribusi untuk memajukan negeri ini," ujar Yunica.
Langkah Yunica Chandra yang memilih gaun lokal daripada impor, bukan hal yang mudah. Malah di situ tantangannya, karena harus meyakinkan para calon pengantin agar mau memakai produk dalam negeri. Selai itu, bersaing dengan produk Cina dan Taiwan bukan hal yang gampang.
Tapi kegigihan Yunica Chandra pelan-pelan membuahkan hasil. Dengan menjaga mutu dan kualitas produk, brand Yunbridal pun mulai dikenal banyak orang. Bahkan, Yunbridal pun kini sudah beberapa kali mendapatkan pelanggan dari luar kota seperti Semarang, Surabaya, Bangka dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
Bahkan, langkah Yuni Chandra dengan brand Yunbridal miliknya kini mulai dilirik brand lain. Namun hal itu tidak dijadikan pesain buat Yuni, tapi teman seperjuangan dalam mewujudkan cita-citanya.
"Saya sangat bangga terhadap teman-teman yang membuat brand bridal karena mereka membuatnya dengan sangat baik. Saya rasa sesama pelaku bisnis bridal lokal harus bersama-bersama berjuang untuk memajukan industri fashion di Indonesia," tutur Yunica.
Yunica pun berharap bisnis dan industri pernikahan di Indonesia semakin baik. Selain itu, brand-brand lokal bisa bersaing dengan brand asing.
"Saya ingin mengajak generasi muda untuk memberikan satu langkah kecil untuk memajukan Indonesia, karena generasi muda adalah penentu masa depan bangsa," imbuh Yunica Chandra.
Tag
Berita Terkait
-
Pakai Beskap Biru Dongker, Prabowo Jadi Saksi Akad Nikah Sespri Rizky Irmansyah di JCC Senayan
-
Bias dalam Rekrutmen: Mengapa Status Pernikahan Membatasi Peluang Kerja?
-
Review The Husband: Pernikahan Retak yang Berubah Jadi Cerita Penuh Misteri
-
Meminang Pujaan Hati dengan Kesiapan yang Mantap di Buku Aku, Kau dan KUA
-
Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik