Suara.com - Dompet digital kini telah menjadi salah satu kebutuhan banyak orang untuk bertransaksi.
Lantaran penggunaannya perlu menggunakan ponsel, isi ulang dompet digital juga biasanya hanya bisa dilakukan secara online atau transaksi melalui ATM.
Tapi, terobosan berbeda dilakukan oleh tekfin unicorn OVO dengan menyediakan layanan isi ulang saldo atau top up secara offline, yang tersedia di delapan juta titik di seluruh Indonesia.
Kemudahan bertransaksi lewat dompet digital turut dirasakan oleh dua musisi band legendaris Slank, Bimbim dan Kaka.
Sebagai musisi lintas generasi, keduanya telah melalui beragam transformasi termasuk transformasi digital.
"Saya ingat dulu, jika ingin mendengarkan lagu perlu membeli kaset atau CD ke toko musik. Sekarang, cukup membayar dengan OVO, saya bisa berlangganan platform untuk layanan musik digital, podcast, dan video,” kata Kaka saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Sementara itu, kemudahan bertransaksi secara digital sangat dirasakan Bimbim terutama saat bepergian ke luar kota.
Menurutnya, mengirim uang lewat dompet digital bisa terjamin keamanan, kecepatan dan kenyamanan dalam menggunakannya.
“Selain mudah dalam melakukan berbagai macam pembayaran secara digital, sebagai pekerja seni yang sering bekerja ke luar kota, saya juga sering perlu melakukan transfer dana ke keluarga di rumah," katanya.
Baca Juga: Frost Fest Sukses Penuhi Dahaga Pecinta Musik Bali
Chief Operating Officer OVO Eddie Martono juga menyampaikan, layanan isi ulang saldo OVO secara offline telah tersedia di lebih dari 28 mitra yang tersebar hingga delapan juta titik se-Indonesia.
Salah satunya di GrabDriver dan GrabMerchant, Indomaret, Kantor Pos Indonesia, Mitra Bukalapak dan lainnya.
Untuk menyebarkan informasi tersebut, OVO menggandeng Kaka dan Bimbim untuk berpartisipasi dalam Kampanye Offline Top Up OVO melalui Kontes Cover Jingle Top Up OVO.
Eddie berharap partisipasi musisi senior itu bisa membantu masyarakat dalam mengisi ulang dompet digitalnya.
"Saat ini masih banyak masyarakat yang belum secara maksimal memiliki akses terhadap layanan transaksi keuangan digital."
"Mayoritas dari mereka lebih memilih untuk melakukan isi ulang saldo secara offline karena terbatasnya akses teknologi dan perbankan ketika menggunakan layanan pembayaran digital seperti OVO," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence