Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelenggarakan webinar bertajuk #MakinCakapDigital pada Selasa (6/9/2022) lalu. Kegiatan yang mengusung tema “Cara BIkin Konten Belajar yang Menarik” ini dilakukan secara daring dengan diikuti oleh 500 partisipan.
Menariknya, partisipan tidak hanya dari kaum muda milenial saja, tapi juga siswa-siswi dari beberapa sekolah di Papua-Maluku yang mengadakan kegiatan “nonton bareng” di kelas untuk mengikuti pelatihan ini. Webinar ini berlangsung kurang lebih 120 menit, dihadiri oleh Patria Prathama sebagai moderator, serta narasumber-narasumber yang sudah ahli dibidangnya Yulia Dian Candra Kusuma (Digital Nomad, Individual Consultant), Deddy Triawan (CTO MEC Indonesia), dan Putri Masyita (Digital Content Creator).
Pengguna aktif media digital di Indonesia saat ini telah mencapai 191 juta orang pada Januari 2022, dan angka ini akan selalu naik setiap tahunnya. Berbagai macam konten telah diproduksi oleh para penggiat atau konten kreator dari platform media digital masing-masing. Tidak sedikit konten-konten yang dibuat menyalahi aturan, tidak adanya batas privasi, melanggar hak cipta dan karya intelektual, serta menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat.
Dengan adanya program pelatihan ini Kominfo ingin anak-anak muda Indonesia semakin cakap digital, sehingga konten-konten yang dihasilkan lebih taat peraturan dan sesuai dengan norma yang berlaku. Sesuai dengan materi yang diberikan oleh para narasumber dari sudut pandang Etika, Keamanan, & Budaya di media digital.
Yulia Dian dalam paparannya dari sudut pandang Budaya Digital. “Digital kini sudah menjadi budaya, jati diri kita dalam ruang digital sebenernya tak berbeda jauh dengan dunia non digital. Digitalisasi budaya memungkinkan kita untuk mendokumentasikan budaya, serta dapat menjadi peluang untuk mengasah kreativitas. Dengan cara, memasukan unsur budaya dalam konten belajar kita, menjadikan sedikit lebih beda, sehingga lebih baik untuk dicerna para pelajar,” jelas Yulia.
“Ada beberapa tahapan untuk membuat konten belajar, seperti; pertama memilih materi yang akan diangkat, lalu mencari ide dan konsep yang menarik, membuat naskah dan jalan cerita, lalu proses & ujicoba, kemudian dicek dan direvisi jika perlu, terakhir ditayangkan. Proses cukup panjang namun singkat yang menjadikan konten belajar lebih menarik untuk diterima para peserta,” tambah Yulia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan