Suara.com - Kemenkominfo kembali mengadakan pelatihan kepada generasi muda Maluku-Papua tentang bagaimana cara “Melawan Hoaks di Media Sosial”, Rabu (9/11/2022). Terlalu banyak bentuk penipuan atau hoaks yang merugikan masyarakat, termasuk pada generasi muda. Pelatihan yang berjalan kurang lebih 120 menit dengan diikuti 500 peserta dari Sorong & Ternate, menghidupkan suasana indonesia timur selasa pagi.
Di Moderatori oleh Eddie Bingky, para peserta menjadi semakin bersemangat. Selain karena terasa akrab, juga para narasumber yang sudah ahli dibidangnya yang menyampaikan materi dengan lugas dan menyenangkan, sehingga para peserta tidak merasa bosan. Materi yang menyenangkan itu diisi oleh Fithrianti ST (Individual Consultant, Digital Nomad), Yulia Dian Candra Kusuma (Digital Nomad, Individual Consultant), Fandy Ahmad (Pekerja Seni dan Wiraswasta).
Jenis penipuan atau Hoaks di media sosial beragam macamnya, jumlah korban pun bertambah setiap harinya tanpa pandang umur. Berangkat dari kasus demi kasus yang serupa, Kemenkominfo memberikan solusi dengan memberikan pelatihan kepada generasi muda Maluku-Papua tentang “Cara Lawan Hoax di Media Sosial”.
Tidak hanya hoaks, maraknya juga konten-konten yang dibuat menyalahi aturan, tidak adanya batas privasi, melanggar hak cipta dan karya intelektual, serta menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Untuk itu, dengan adanya program pelatihan ini Kemenkominfo ingin generasi muda Indonesia semakin cakap digital, sehingga konten-konten yang dihasilkan lebih taat peraturan dan sesuai dengan norma yang berlaku. Sesuai dengan materi yang diberikan oleh para narasumber dari sudut pandang Etika, Keamanan, & Budaya di media digital. Maraknya berita miring dan palsu tersebar bebas di media digital, cukup meresahkan masyarakat dari berbagai lapisan.
Anak-anak, remaja, bahkan dewasa dan orang tua. Dampaknya bukan hanya timbul asumsi miring namun juga tindakan negatif dari masyarakat yang terpapar. Di pelatihan yang diberikan Kemenkominfo, Fithrianti ST memaparkan, hoaks sendiri punya beberapa ciri-ciri, seperti mendistribusikan Didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar, Berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca. Diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas, dan masih banyak ciri ciri lainnya,” jelas Fithri.
Berita Terkait
-
Kolaborasi Kemenkominfo dan Siberkreasi Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat
-
Artis Sinetron FA Dituding Jadi Pelaku Penabrakan Tak Tanggung Jawab, Benarkah?
-
Gempa Bumi Terjang Purwakarta Minggu Malam, BPBD Klaim Tak Ada Kerusakan
-
3 Pertimbangan yang Perlu Diperhatikan sebelum Membuat Konten
-
5 Hal yang Bisa Dilakukan agar Data di Internet Aman dari Peretasan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus
-
3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish
-
Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas
-
Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri
-
Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim
-
Hindari Bau dan Air Lindi, Area Sampah Terbuka di Bantargebang Mulai Ditutup