Suara.com - Aplikasi chat, Flala kini menyediakan terjemahan instan multibahasa, setelah memperbaharui logonya beberapa waktu lalu. Dengan fitur baru ini, Flala berharap, aplikasi ini bisa membangun ruang sosial tanpa batas bagi pengguna di seluruh dunia dan memungkinkan mereka untuk mengobrol dengan mudah.
Untuk semakin memperluas cakupan pengguna, yang kebanyakan merupakan generasi Z, Flala juga melakukan pembaharuan proses registrasi. Di sini pengguna dapat memilih kepribadian, kesukaan, bahasa, dan lain-lain saat registrasi. Profil pun bisa lebih terpersonalisasi dan meningkatkan akurasi pencocokan dari Obrolan Cepat.
"Flala menyediakan pengalaman sosial yang lebih terpersonalisasi untuk anak muda. Mereka dapat merasakan interaksi sosial yang nyata dan ramah, serta lebih dapat mengekspresikan diri mereka dengan lebih mudah," ujar Chenmou, pendiri Flala.
Menurutnya, anak muda Indonesia saat ini sangat mementingkan keaslian dan kejujuran dalam hubungan sosial. Oleh karena itu, Flala menyediakan autentikasi pengguna asli untuk membantu pengguna, agar dapat terhindar dari orang orang yang menyembunyikan identitas dirinya sendiri.
Ikon Flala sendiri berupa burung hantu, yang digambarkan sebagai simbol ketenangan dan kebijaksanaan di Asia Tenggara. Ikon ini digambarkan dengan kepala dan mata bulat besar.
Berita Terkait
-
Dear Gen Z, Hindari 5 Perilaku Ini saat Memasuki Dunia Kerja
-
Hunian Sehat Jadi Incaran Milenial dan Generasi Z Pasca Pandemi, Apa Saja Sih yang Perlu Diperhatikan?
-
3 Tips Mengatasi Anak Tantrum di Generasi Z, Orang Tua Wajib Tahu!
-
8 Pekerjaan Paling Menjanjikan untuk Generasi Z, Anak Muda Harus Tahu Ini!
-
Generasi Z Lebih Suka Fashion Muslimah Warna Mencolok Tanpa Banyak Detail di Tahun 2023
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus
-
3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish
-
Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas
-
Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri
-
Tak Hanya Gaji Naik 280 Persen, Prabowo Janji Bangun Rumah Buat Semua Hakim
-
Hindari Bau dan Air Lindi, Area Sampah Terbuka di Bantargebang Mulai Ditutup