Suara.com - Menjelang Ramadan 2023, Badan Wakaf Alquran (BWA) menggelar acara mengaji bersama di tempat-tempat umum dengan tajuk “Acara Yogya Mengaji, Bekasi Mengaji, dan Depok mengaji”. Sesuai judul, acara ini digelar di tiga kota; Yogyakarta, Bekasi, dan Depok.
Acara ini dibuat agar masyarakat lebih rajin dan bersemangat membaca Alquran. Harapannya, mengaji bisa terus dilakukan selama menjalani ibadah puasa Ramadan.
Yogya Mengaji, Bekasi Mengaji dan Depok mengaji, BWA melibatkan masyarakat umum dan para santri untuk melakukan aktivitas mengaji dan bersalawat di tempat-tempat umum seperti di pedestrian, bus angkutan umum bahkan di dalam kereta. Gelaran kegiatan ini dilakukan berturut-turut pada Jumat 17 Maret sampai Ahad 19 Maret 2023.
Di Yogyakarta, kegiatan mengaji dilakukan di 0 kilometer Malioboro. "Ini sebagai ungkapan gembira akan datangnya bulan suci Ramadan. Selain itu kami juga mengajak kepada warga Yogya untuk membaca kitab suci Alquran. Sebelum mengaji bersama di pedestrian Malioboro, para peserta sengaja mengaji juga di dalam angkutan umum seperti bus Transjogja dan kereta commuter line," kata Abah Narko selaku ketua panitia Yogya Mengaji.
Sementara di Bekasi, acara dilakukan di Islamic Center Bekasi. Berkolaborasi dengan ICMI dan Lembaga Islam lainnya di Bekasi, BWA turut mendistribusikan mushaf Alquran sebanyak 2.500 mushaf untuk dibagikan kepada warga Bekasi.
"Jika tahun lalu hanya diikuti sekitar 1.500 peserta maka tahun ini meningkat menjadi 2.500 -3.000 peserta. Melihat antusiasmenya umat Muslim Bekasi, kami merencanakan program Bekasi Mengaji ini menjadi agenda rutin tahunan," ujar panitia Bekasi Mengaji 2 H. Faisal N.A. Moeliza.
Untuk Depok, mengaji bersama digelar Alun-Alun Depok pada 19 Maret 2023. Melibatkan ratusan warga Bekasi, BWA juga membagikan Alquran sebanyak 500 mushaf sekaligus mengajak warga untuk membacanya.
"Kegiatan Jogja Mengaji, Bekasi Mengaji dan Depok Mengaji ini adalah cara BWA untuk mengajak masyarakat untuk lebih gemar lagi membaca Alquran sekalipun di tempat-tempat umum, asalkan bersih dari najis," imbuh Heru Binawan selaku Chief Executive Officer BWA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa