Suara.com - GoEasy Smart Technology, produsen kendaraan listrik GoEasy memperkenalkan produk motor listrik dan kabinet penukar baterai motor listrik yang memungkinkan pengemudi menukar baterai dengan cepat dalam tujuh detik. Dengan kabinet penukar baterai Go Easy, pengemudi dapat terus mengendarai kendaraan, tanpa khawatir kehabisan daya.
Direktur Goeasy Smart Technology, Xuelong Wang mengatakan, GoEasy mengintegrasikan riset, pengembangan dan manufaktur yang fokus pada pengembangan paket baterai EV dan lithium.
Dari proses pengembangan dan manufaktur, serta pengalaman panjang di China dan India, pihaknya memperkenalkan produk motor listrik bernilai ekonomis yang memudahkan pemakainya, khususnya dalam penggunaan dan penggantian baterai saat dalam perjalanan.
"Kami menawarkan banyak keuntungan kepada konsumen. Pertama, konsumen bisa membeli unit motor listrik saja tanpa baterai dengan harga spesial," ujar Wang, Minggu (28/5/2023) dalam keterangannya.
Ia juga menjadi pembicara di sesi diskusi interaktif bertajuk "Exploring New Battery Technologies And Battery Management Systems", di acara Indonesia International Trade Show for Automotive Industry (INAPA) 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Selain Wang, diskusi tersebut menghadirkan pembicara Evvy Kartini yang merupakan Founder National Battery Research Institute (NBRI).
"Kami berharap bisa menjadi bagian pertumbuhan ekonomi di Indonesia. GoEasy membuka peluang kerjasama dengan para pemangku kepentingan termasuk pemerintah, pengelola dan pelaku usaha transportasi online, serta kelompok usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Bersama-sama kita bisa mendorong masyarakat ambil bagian dalam transisi energi," ujar Wang sambil memperlihatkan battery swap system, yang rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Dalam diskusi tersebut, Xuelong Wang dan Evvy Kartini sepakat bahwa peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan elektrik memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi. Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik bisa menekan biaya bahan bakar.
"Dengan perhitungan secara umum, motor listrik memiliki angka jauh lebih murah jika dibandingkan dengan motor dengan bahan bakar bensin. Perawatannya juga relatif lebih mudah," jelas Wang.
Baca Juga: GIIAS 2023 Diramaikan Lebih Banyak Merek Otomotif
Menurutnya, GoEasy siap membuka showroom dengan konsep COCO (company owned company operated) di Jakarta, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang berbagai manfaat kendaraan listrik, seperti efisiensi, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
"Sehingga akan membawa perubahan signifikan dalam menekan jumlah emisi karbon di Indonesia. Dengan teknologi yang dimiliki, GoEasy mendukung Pemerintah Indonesia mencapai target Net Zero Emission tahun 2060," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM
-
Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Mulai Terbentuk
-
Menko Airlangga: Indonesia Siap jadi Penyedia Baterai Kendaraan Listrik Amerika
-
Nyore: Bukan Sekedar Mobil Listrik, Sekarang Ada Angkot dan Juga Truk Sampah yang Futuristik
-
Kritisi Kebijakan Subsidi Mobil Listrik oleh Pemerintah, Politisi Partai Demokrat: Dilihat Urgensi Harusnya Pupuk Bagi Petani yang Disubsidi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik